Dulu Dipandang Rendah, Favela Kini Jadi Daya Tarik Pariwisata Brasil

CNN Indonesia
Sabtu, 28 Mar 2026 04:15 WIB
Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Favela (pemukiman padat) di Rio de Janeiro justru jadi daya tarik pariwisata Brasil
Favela atau pemukiman padat di Rio de Janeiro, Brasil. (Foto: iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dulu dipandang sebelah mata, tapi kini bisa menjadi bintang utama. Begitulah kira-kira nasib pemukiman padat penduduk alias Favela di Rio de Janeiro, Brasil.

Favela sekarang disorot hingga menjadi strategi pemasaran utama Brasil, setelah lembaga pariwisata (Embratur) meluncurkan serial dokumenter. Tayangan tersebut membuka sudut pandang baru, wisatawan tidak lagi memandang favela yang selama ini mendapat stigma lingkungan miskin yang rawan kekerasan.

Film dokumenter tersebut secara eksklusif menampilkan langsung kehidupan penduduk di enam favela utama yaitu Vidigal, Rocinha, Santa Marta, Providência, Mangueira, dan Chapéu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diproduksi langsung oleh 15 kru yang berasal dari komunitas lokal, cerita yang diangkat dalam dokumenter ini terasa lebih asli. Menunjukkan kehidupan favela yang penuh nilai seni dan budaya. Dengan cara ini, mereka mengungkap sisi lain favela yang selalu dipandang kumuh dan miskin.

Serial tersebut tayang perdana pada Februari lalu di Pameran Pariwisata Lisbon. Pada kesempatan yang sama, untuk pertama kalinya pengusaha kecil di Favela bisa berpartisipasi di stan resmi pemerintah Brasil.

Ini menjadi titik balik yang membuat Favela Rio menjadi tujuan pariwisata global.Presiden Embratur, Marcelo Freixo ingin mengubah citra pariwisata favela sebagai sektor yang mampu menggerakkan ekonomi lokal.

"Pariwisata di favela harus dipimpin oleh orang-orang yang tinggal di sana. Itulah yang menghasilkan dampak nyata pada ekonomi lokal dan mengubah cara dunia melihat Brasil," kata Freixo, mengutip Rio Times.

Berkat pembuatan serial dokumenter yang tayang dengan tiga episode ini, koperasi di Chapeu Mangueira mencatat terlihat peningkatan minat wisatawan internasional untuk mengulik lebih jauh cerita dari mulut penduduk lokal dibandingkan menggunakan jasa pemandu eksternal.

Selaras dengan pemimpin komunitas di Santa Marta yang menekankan proyek serial dokumenter ini telah meruntuhkan gagasan bahwa wisatawan yang berkunjung ke favela membutuhkan pemandu dari luar karena wilayah ini berbahaya.

Dokumenter ini bukan satu-satunya proyek yang dipersiapkan untuk menggerakkan pariwisata lokal favela ke arah yang lebih positif, serial ini hanya salah satu dari bagian program "Made in Brasil" yang dirancang oleh Embratur bersama organisasi pembangunan sosial CIEDS.

Melalui program ini, pengusaha lokal dan komunitas di Rio de Janeiro, Salvador dan Recife akan diberikan pelatihan. Termasuk penilaian teritorial, lokakarya branding, maraton inovasi, hingga proses inkubasi bisnis. Melalui upaya tersebut, penduduk lokal dapat lebih mengembangkan produk pariwisata mereka sendiri.

Tak hanya itu, ada pula proyek "Rocinha Mundo Afora" yang mengintegrasikan komunitas favela ke dalam katalog perjalanan operator tur internasional. Serta program "Laboratorio de Encantadores" yang dikembangkan bersama Universidade Federal Fluminense juga akan melatih ratusan pemandu dan pengemudi wisata di seluruh penjuru Rio.

Pariwisata Rio favela semakin terlihat menjanjikan, terlebih lagi dengan adanya lonjakan kunjungan internasional pada tahun kemarin.

Rio de Janeiro menyambut 2,19 juta turis asing pada tahun 2025, meningkat 43,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Januari 2026, kini angkanya bahkan naik 17 persen lagi. 

(ana/wiw) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]