Apakah MBTI Bisa Berubah? Ini Penjelasannya dari Sudut Pandang Ahli

CNN Indonesia
Sabtu, 04 Apr 2026 18:30 WIB
Hasil tes MBTI cenderung relatif stabil dan tidak mudah berubah, tetapi jika terjadi perubahan biasanya bersifat sementara.
Ilustrasi. Hasil tes MBTI cenderung relatif stabil dan tidak mudah berubah, tetapi jika terjadi perubahan biasanya bersifat sementara. (iStockphoto/Prateep Suttiso)
Jakarta, CNN Indonesia --

Apakah MBTI bisa berubah? Pertanyaan ini sering muncul ketika seseorang merasa dirinya tidak lagi sama seperti saat pertama kali mengikuti tes kepribadian. Hasil yang dulu terasa sangat akurat, kini justru terasa kurang relevan dengan kondisi saat ini.

Hal ini wajar terjadi, karena dalam kehidupan, kamu terus mengalami perkembangan, baik dari segi pengalaman, lingkungan, maupun cara berpikir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perubahan-perubahan tersebut bisa memengaruhi bagaimana kamu melihat diri sendiri, termasuk saat menjawab pertanyaan dalam tes MBTI.

Memahami apa itu MBTI

MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) merupakan metode populer untuk memahami kepribadian seseorang. Tes ini dikembangkan pada 1943 dan terinspirasi dari teori psikologi Carl Jung.

MBTI membagi kepribadian ke dalam 16 tipe, berdasarkan preferensi dalam berpikir, mengambil keputusan, dan berinteraksi. Hasilnya bukan label tetap, melainkan gambaran kecenderungan.

Empat dimensi utama MBTI meliputi introvert-ekstrovert, sensing-intuition, thinking-feeling, serta judging-perceiving. Kombinasi dari dimensi ini membentuk pola kepribadian yang berbeda pada setiap individu.

Pola tersebut pun tidak terbentuk secara instan. Kepribadian dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti lingkungan, pengalaman hidup, serta interaksi sosial yang kamu jalani dari waktu ke waktu.

Seiring bertambahnya usia, kepribadian juga dapat berkembang. Banyak orang jadi lebih stabil secara emosional, lebih terbuka, dan lebih mampu menyesuaikan diri dengan situasi berbeda.

Apakah MBTI bisa berubah?

Menurut Medical News Today, MBTI dirancang untuk menunjukkan tipe kepribadian yang relatif stabil. Preferensi dasar seseorang dianggap konsisten dan tidak mudah berubah.

Pandangan ini juga didukung oleh pihak penyedia MBTI, yang menyebutkan kombinasi empat dimensi utama tetap menjadi fondasi kepribadian seseorang. Dengan kata lain, tipe karakter inti biasanya cenderung bertahan dalam jangka panjang.

Namun, hal ini tidak berarti perilaku kamu selalu sama. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang bisa menyesuaikan diri dengan situasi tanpa mengubah kepribadian dasarnya.

Pendekatan lain seperti 16 Personalities menjelaskan, individu dapat mengembangkan sifat tertentu sesuai kebutuhan. Misalnya, kamu yang spontan bisa menjadi lebih terstruktur saat tuntutan pekerjaan mengharuskannya.

Namun, perubahan ini biasanya bersifat sementara. Ketika situasi berubah, kamu cenderung kembali pada preferensi yang lebih alami.

Di sisi lain, penelitian modern menunjukkan kepribadian dapat berkembang seiring waktu. Pengalaman hidup dan proses pendewasaan berperan dalam membentuk cara seseorang berpikir dan bertindak.

Bahkan, beberapa studi menemukan perubahan sifat bisa dilakukan secara sengaja, meskipun membutuhkan konsistensi dan waktu. Perubahan ini juga belum tentu bersifat permanen.

Dengan demikian, jawaban dari apakah MBTI bisa berubah, tidak bersifat mutlak. Tipe karakter dasar mungkin bertahan, tetapi cara kamu mengekspresikannya dapat berkembang mengikuti situasi dan pengalaman hidup.

(han/rti) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]