6 Cara Tepat Gunakan Ampas Kopi untuk Tanaman Menurut Para Ahli
Ampas kopi sudah lama dikenal sebagai bahan alami yang bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Ketimbang dibuang, banyak yang memanfaatkan untuk dijadikan pupuk atau pestisida alami.
Sejumlah manfaat ampas kopi untuk tanaman yang umum diketahui, antara lain bisa jadi bahan pupuk kompos, aromanya bisa mengusir hama seperti siput, hingga menjauhkan kucing dari tanaman hias.
Lihat Juga : |
Namun, agar manfaatnya optimal dan tanaman tetap sehat, penggunaan ampas kopi harus dilakukan dengan cara yang tepat. Jika digunakan sembarangan, ampas kopi justru bisa menimbulkan masalah bagi tanaman.
Cara menggunakan ampas kopi untuk tanaman
Berikut ini sejumlah cara yang tepat menggunakan ampas kopi untuk tanaman menurut para ahli supaya Anda bisa mendapatkan hasil terbaik:
1. Jangan taburkan terlalu banyak di tanah
Menurut Elizabeth Murphy, penulis buku Building Soil: A Down-To-Earth Approach, kunci penggunaan ampas kopi adalah dengan takaran yang tepat.
"Sedikit ampas kopi dapat memberikan tambahan nitrogen yang baik untuk tanaman, tapi jika terlalu banyak justru bisa merusak tanah dan tanaman," ujar Murphy, seperti dilansir Southern Living.
Adapun jumlah ampas kopi yang ideal tergantung pada kondisi tanah dan kebutuhan tanaman Anda. Oleh karena itu, selalu amati respons tanaman setelah penggunaan ampas kopi.
2. Gunakan pada tanaman yang sudah tumbuh kuat
Ampas kopi sebaiknya diaplikasikan pada tanaman yang sudah cukup besar dan kuat. Murphy menyarankan untuk tidak menaburkan ampas kopi langsung pada bibit atau tunas karena bisa menghambat pertumbuhan akar dan proses perkecambahan.
Dengan menunggu tanaman tumbuh terlebih dahulu, ampas kopi bisa memberikan nutrisi tambahan tanpa mengganggu fase awal pertumbuhan.
3. Tambahkan ke tumpukan kompos
Cara terbaik lainnya memanfaatkan ampas kopi untuk tanaman, yakni dengan menjadikannya salah satu bahan kompos.
Dalam pembuatannya, kompos membutuhkan campuran karbon (bahan 'cokelat') dan nitrogen (bahan 'hijau') agar dapat terurai dengan baik.
Bahan cokelat, misalnya daun, koran, hingga serpihan kayu, sedangkan bahan hijau meliputi sisa buah, sayuran, cangkang telur, hingga kopi. Lalu bagaimana dengan komposisinya?
"Sederhananya, Anda hanya perlu mencapai rasio 1:3 antara bahan hijau dan cokelat, berdasarkan volume," kata Leslie F. Halleck, ahli hortikultura profesional. Jika salah satu bahan terlalu banyak, penguraian kompos bisa terhambat.
4. Hindari penggunaannya untuk tanaman pot
Halleck mengingatkan agar tidak menaburkan ampas kopi langsung ke pot tanaman hias dalam ruangan atau pot di teras.
Alasannya, media tanam pot biasanya tidak memiliki mikroba yang cukup untuk menguraikan ampas kopi, sehingga justru dapat menimbulkan jamur dan serangga seperti lalat fungus. Ampas kopi yang tidak terurai dengan baik malah bisa merusak kesehatan tanaman dalam pot.
5. Jangan pakai kopi yang sudah diseduh
Selain ampas kopi, sisa kopi cair yang sudah diseduh sering dianggap berguna untuk tanaman. Namun, Seth Pearsoll, direktur kreatif Philadelphia Flower Show, menyarankan agar tidak menggunakan kopi yang sudah diseduh.
"Ampas kopi bekas pakai adalah yang terbaik karena sebagian besar keasamannya telah hilang selama proses penyeduhan," kata Pearsoll, dikutip dari laman Martha Stewart.
Jika tetap ingin menggunakan kopi cair, biarkan dingin terlebih dahulu dan siram langsung ke tanah, bukan ke daun. Pastikan juga kopi tidak dicampur susu atau gula karena justru bisa menarik hama dan menimbulkan jamur.
Dengan mengikuti sejumlah cara tepat menggunakan ampas kopi untuk tanaman ini, Anda dapat memaksimalkan sampah rumah tangga sekaligus menjaga kesehatan tanaman.
Ingatlah untuk selalu menggunakan ampas kopi dengan bijak agar tanaman tumbuh subur dan terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.
(rti)