Awas! Duduk Lama Berisiko Merusak Jantung, Lantas Harus Gimana?

CNN Indonesia
Selasa, 07 Apr 2026 07:45 WIB
Studi terbaru memperlihatkan lama duduk risiko jantung meski kamu berolahraga. Berikut yang perlu kamu lakukan.
Ilustrasi. Hati-hati, duduk lama risiko jantung. Studi menemukan meski kamu rutin olahraga, itu hanya mengurangi sebagian risiko gagal jantung dan kematian akibat kardiovaskular. (Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia --

Oleh ahli kesehatan dunia, duduk lama diberi label "new smoking" sebab sama bahayanya dengan merokok. Studi terbaru memperlihatkan lama duduk risiko jantung meski kamu berolahraga. Berikut yang perlu kamu lakukan.

Pekerjaan di belakang meja kerap membuat orang melekat di kursi bahkan dalam waktu lama. Risiko kesehatan jelas mengintai termasuk risiko penyakit jantung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Studi yang diterbitkan di American College of Cardiology menemukan olahraga sedang atau berat selama seminggu mungkin tak akan cukup mengatasi semua risiko kardiovaskular akibat gaya hidup sedenter (kurang gerak) dalam waktu lama.

Duduk lama risiko jantung

Dalam riset ini, peneliti menganalisis data pelacak aktivitas selama seminggu yang berasal dari U.K. Biobank. Lebih dari 89 ribu data dianalisis untuk menilai berapa jam orang duduk dalam sehari dan berapa banyak aktivitas fisik sedang hingga berat yang dilakukan dan diikuti selama satu dekade.

Peneliti kemudian melihat hubungan kebiasaan duduk dengan risiko perkembangan penyakit fibrilasi atrium (detak jantung tidak teratur), serangan jantung, gagal jantung, dan kematian akibat masalah kardiovaskular.

Hasilnya, ditemukan orang yang tidak aktif berisiko tinggi mengembangkan semua masalah kardiovaskular tersebut. Mereka yang duduk lebih dari 10,6 jam sehari (tidak termasuk saat berbaring tidur), punya risiko hingga 60 persen lebih tinggi mengalami gagal jantung atau meninggal akibat masalah kardiovaskular.

Riset juga menemukan risiko fibrilasi atrium dan serangan jantung sebagian besar dapat dikurangi jika yang terlalu banyak duduk melakukan aktivitas fisik sedang hingga berat selama 150 menit per minggu (atau lebih).

Meski demikian, rupanya olahraga rutin hanya sebagian mengurangi risiko gagal jantung dan kematian akibat kardiovaskular.

Kenapa duduk lama risiko jantung?

Duduk terlalu lama setiap hari meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit arteri koroner, stroke, dan kematian kardiovaskular. Bahaya ini terjadi secara perlahan dan diam-diam selama bertahun-tahun.Ilustrasi. Duduk lama risiko jantung. Hal ini terbukti lewat sejumlah penelitian. Hindari risiko penyakit jantung dengan cara lebih banyak bergerak. (Pratitis Nur Kanariyati)

"Kurangnya gerakan memperlambat sirkulasi, melemahkan otot jantung, dan berkontribusi pada penambahan berat badan, serta tekanan darah tinggi, dan resistensi insulin," kata ahli kardiologi Rigved Tadwalkar seperti dilansir dari Women's Health Magazine.

Duduk dalam waktu lama juga dapat meningkatkan risiko peradangan tubuh yang berkaitan dengan sejumlah penyakit serius.

Tingkatkan gerak

Riset tersebut bukan kali pertama duduk lama dikaitkan dengan risiko penyakit. Kuncinya, kamu perlu mengurangi dudu dan meningkatkan gerakan.

Sebaiknya mulai dari mengambil waktu istirahat dari duduk dan berdiri tiap 30 menit.

Melansir dari Mayo Clinic, kamu bisa mengambil beberapa langkah lain sebagai berikut.

  • Berdiri saat mengobrol di telepon atau menonton tv.
  • Jika bekerja menggunakan bangku, coba pakai standing desk sehingga kamu tidak terus-terusan duduk.
  • Sesekali meeting sambil jalan kaki daripada meeting di ruangan.
  • Melakukan beberapa pekerjaan sembari jalan kaki di treadmill.
(els) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]