Studi: Glutathione Jadi Bahan Bakar Sel Kanker, Perlu Dibatasi?

CNN Indonesia
Rabu, 08 Apr 2026 02:00 WIB
Ilustrasi. Dikenal sebagai antioksidan penangkal radikal bebas, glutathione justru malah jadi bahan bakar sel kanker dalam penelitian terbaru. (Istockphoto/BlackJack3D)
Jakarta, CNN Indonesia --

Glutathione selama ini dikenal sebagai antioksidan penting yang melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif. Banyak orang menganggap glutathione sebagai zat yang murni bermanfaat dan sering mengonsumsinya lewat suplemen untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit.

Namun, studi terbaru mengungkap fakta mengejutkan bahwa sel kanker ternyata "ketagihan" akan glutathione dan menjadikannya sumber bahan bakar utama.

Temuan ini menantang pandangan lama kita tentang peran antioksidan sekaligus membuka peluang baru dalam pengobatan kanker.

Dengan adanya bukti ilmiah terbaru tentang glutathione dapat dimanfaatkan sel kanker atau tumor untuk tumbuh, apakah kita perlu membatasi konsumsi zat ini? Berikut ini ulasannya.

Hasil penelitian terhadap sampel tumor payudara

Studi terbaru tentang glutathione ini dipublikasikan pada 18 Maret 2026 di jurnal Nature. Penelitian dilakukan oleh tim dari Wilmot Cancer Institute, University of Rochester, dipimpin oleh Isaac Harris.

Studi ini menemukan, sel kanker dapat memecah glutathione dan menggunakannya sebagai sumber energi, terutama di lingkungan tumor yang kekurangan nutrisi.

"Kami menemukan bagaimana sel kanker secara spesifik memecah antioksidan ini dan menggunakannya sebagai bahan bakar," ujar Harris, seperti dilansir SciTechDaily.

Temuan ini cukup mengejutkan, karena selama ini glutathione hanya dikenal sebagai pelindung sel, bukan sebagai bahan yang mendukung pertumbuhan tumor.

Para peneliti melakukan analisis cairan dari tumor payudara yang disumbangkan ke biobank milik Wilmot. Hasil analisis menunjukkan kadar glutathione yang tinggi, menandakan bahwa tumor aktif menggunakan zat ini.

Dalam model praklinis kanker payudara, sebuah upaya dilakukan untuk memblokir kemampuan tumor menggunakan glutathione sebagai bahan bakar. Hasilnya, pertumbuhan sel tumor tersebut jadi melambat.

Adapun bukti awal tersebut menunjukkan kasus ini tidak terbatas pada kanker payudara. Menurut data awal, banyak jenis tumor lainnya yang tampaknya mengonsumsi glutathione sebagai bahan bakar.

Apa itu glutathione dan manfaatnya selama ini bagi tubuh

Foto: CNN Indonesia /Andry Novelino
Ilustrasi suplemen.

Bagi yang belum tahu, glutathione merupakan antioksidan yang diproduksi secara alami di dalam sel. Mengutip Healthline, antioksidan ini tersusun dari tiga asam amino utama, yakni glutamin, glisin, dan sistein.

Selain diproduksi tubuh, glutathione juga tersedia dalam bentuk suplemen oral, infus, maupun aplikasi secara topikal.

Glutathione diketahui memiliki sejumlah manfaat, salah satunya mengurangi stres oksidatif, yaitu ketidakseimbangan antara radikal bebas dan kemampuan tubuh melawannya.

Stres oksidatif yang berlebihan dapat memicu berbagai penyakit kronis, seperti diabetes, kanker, dan radang sendi. Glutathione juga terbukti memperbaiki sirkulasi darah pada penderita penyakit arteri perifer dengan meningkatkan mobilitas.

Sebelumnya digadang-gadang bisa menghambat proses stres oksidatif yang memicu kanker, kini dalam penelitian terbaru justru ditemukan menjadi bahan bakar sel kanker.

Ini menimbulkan pertanyaan baru, apakah baik jika kita memiliki kadar tinggi akan antioksidan ini di dalam tubuh? Ditambah lagi tak sedikit suplemen kesehatan kulit yang mengandung gluthatione.

Tetap konsumsi makanan kaya antioksidan, tetapi waspadai suplemen

Meskipun glutathione menjadi "bahan bakar" sel kanker, Harris menegaskan temuan ini tidak membuat kita jadi harus menghindari makanan kaya antioksidan.

"Mengonsumsi buah dan sayur tetap penting untuk menjaga berat badan, mengurangi peradangan, dan mendukung sistem imun yang sehat," kata Harris.

Namun, ia mengingatkan agar berhati-hati dalam penggunaan suplemen glutathione. Apalagi suplemen yang tidak terdaftar resmi di badan pengawasan obat dan mengandung konsentrasi tinggi glutathione, karena berpotensi menimbulkan risiko.

Adapun para peneliti kini sedang mengembangkan obat yang dapat menghambat penggunaan glutathione oleh tumor sebagai bahan bakar. Penelitian lanjutan ini diharapkan bisa menjadi terapi tambahan untuk kanker.

Obat ini awalnya dikembangkan hampir satu dekade lalu, kini sedang disempurnakan untuk menargetkan protein spesifik yang memungkinkan tumor memakan glutathione.

(rti)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK