Ketahui 10 Etika buat Turis Asing Saat Berkunjung ke Jepang
Jangan Bicara Terlalu Keras
Berkeliling Jepang menggunakan transportasi umum (transum) adalah pengalaman yang menyenangkan, karena di sana transumnya terkenal tepat waktu dan sangat nyaman. Tetapi jangan sampai kehadiran kamu justru membuat penumpang lain merasa tidak nyaman.
Transportasi umum di Jepang terkenal hening dan tenang. Oleh karena itu selama berada di dalam transum, sebaiknya jangan berbicara terlalu keras, tidak menelepon, dan menonaktifkan nada dering ponsel.
Bagaimana kalau harus menerima telepon? Demi menghormati kenyamanan penumpang lain, sebaiknya tunggu hingga di halte berikutnya dan turun untuk menerima telepon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jangan Makan di Transportasi Umum
Masih seputar transportasi umum, tapi yang satu ini sepertinya juga sudah menjadi kebiasaan di Indonesia. Selama berada di dalam transum, penumpang sebaiknya tidak makan atau minum karena hal ini kurang disukai oleh masyarakat di Jepang.
Namun aturan ini tidak berlaku jika naik kereta jarak jauh. Contohnya saat naik kereta Shinkansen, kamu akan melihat banyak penumpang yang menyantap bento selama perjalanan.
Jika ingin makan juga harus lihat-lihat tempat, misalnya makan di dekat restoran atau minimarket tempat membeli makanan atau di bangku taman yang lebih proper untuk makan. Perlu diingat, jangan makan dan minum sambil jalan atau berdiri.
Jangan Buang Sampah Sembarangan
Kebersihan sudah menjadi identitas Jepang, itulah mengapa selama menjadi turis juga perlu menjaga kebersihan. Meskipun jarang menemukan tempat sampah di Jepang, tetapi biasanya tempat sampah disediakan di toko, stasiun kereta, atau dekat mesin penjual otomatis.
Namun jika kamu memiliki sampah dan tidak melihat ada tong sampah, kamu bisa disimpan dulu di kantung maupun di tas kemudian membuangnya saat menemukan tempat sampah.
Masyarakat di Jepang terbiasa membawa sampah mereka pulang ke rumah, karena mereka sadar sampahnya adalah tanggung jawab mereka.
Etika Datang ke Onsen
Jepang juga terkenal akan onsen atau tempat pemandian air panas, banyak wisatawan yang ingin mencoba berendam di sana ketika berlibur ke Jepang. Meskipun cuma berendam, tetapi ada aturan yang perlu diperhatikan.
Pertama, sebelum masuk ke dalam kolam wajib membersihkan diri terlebih dahulu. Kedua, bagi yang memiliki rambut panjang dapat menguncirnya agar tetap rapi selama berendam.
Ketiga, jangan kaget karena biasanya pengunjung berendam tanpa busana. Keempat, jika pengunjung memiliki tato, sebaiknya perhatikan kebijakan yang ada. Beberapa onsen lebih membatasi pengunjung bertato karena tato sering dikaitkan dengan kelompok Yakuza.
Beda Wilayah, Beda Sisi Jalan
Jepang memiliki aturan tidak tertulis terkait penggunaan sisi jalan. Ketika naik eskalator di wilayah timur seperti Tokyo, dianjurkan berdiri di sisi kiri dan memberi jalan di sisi kanan. Sementara di wilayah Barat seperti Osaka justru kebalikannya, berdiri di kanan dan memberi jalan di sisi kiri.
Kalau masih bingung, jurus jitunya adalah ikuti saja bagaimana kebiasaan mayoritas orang yang berjalan di sana. Aturan-aturan tidak tertulis seperti ini mungkin membingungkan, tetapi dengan mencoba untuk ikut melakukannya selama di Jepang akan menunjukkan bahwa kamu turis yang menghargai kebiasaan setempat.
(ana/wiw) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]