Apa Benar Kulit Ikan Ampuh Buat Luka Bakar? Begini Hasil Studinya

CNN Indonesia
Sabtu, 11 Apr 2026 03:00 WIB
Ilustrasi. Kulit ikan dijadikan salah satu metode penyembuhan luka bakar. (Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pernah mendengar luka bakar ditutup menggunakan kulit ikan? Kedengarannya mungkin aneh, bahkan sulit dibayangkan. Namun, metode ini ada dan mulai digunakan dalam dunia medis modern.

Dalam beberapa kasus, kulit ikan bahkan disebut mampu membantu luka sembuh lebih cepat. Lantas, seberapa efektif sebenarnya cara ini?

Penggunaan kulit ikan, terutama dari ikan nila, bukan sekadar eksperimen atau pengobatan alternatif. Dalam beberapa tahun terakhir, metode ini telah diteliti secara klinis sebagai bagian dari perawatan luka modern.

Kulit ikan diketahui mengandung kolagen dan asam lemak omega-3. Kolagen berperan dalam pembentukan jaringan baru, sementara omega-3 membantu mengurangi peradangan. Kombinasi keduanya membuat kulit ikan dapat berfungsi seperti lapisan pelindung alami yang menjaga kelembapan luka sekaligus mempercepat proses penyembuhan.

Terbukti bantu penyembuhan luka bakar

Salah satu studi yang dipublikasikan dalam jurnal Plastic and Reconstructive Surgery melibatkan 115 pasien dengan luka bakar derajat parsial. Hasilnya menunjukkan bahwa pasien yang menggunakan balutan kulit ikan nila mengalami:

• waktu penyembuhan lebih cepat,

• frekuensi penggantian balutan lebih jarang,

• tingkat nyeri lebih rendah,

• serta biaya perawatan menurun hingga 42 persen.

Temuan ini menunjukkan bahwa metode tersebut tidak hanya efektif, tetapi juga lebih efisien. Meski begitu, para peneliti menekankan bahwa bukti ilmiah untuk luka bakar masih terus berkembang dan membutuhkan lebih banyak uji klinis berkualitas tinggi.

Sejumlah tinjauan ilmiah juga menyimpulkan manfaat utama metode ini, yakni mempercepat penyembuhan, mengurangi nyeri, dan membuat perawatan lebih praktis.

Penelitian di Indonesia mulai berkembang

Di Indonesia, penelitian terkait juga mulai dilakukan. Studi dari STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun meneliti ekstrak kolagen dari kulit ikan gabus (Channa striata) pada luka bakar. Hasilnya menunjukkan bahwa konsentrasi kolagen 20 persen memberikan efek penyembuhan terbaik, dengan tingkat kesembuhan sekitar 39 persen pada hewan uji.

Meski masih dalam tahap awal, temuan ini memperkuat potensi kulit ikan sebagai bahan terapi luka.

Menariknya, bukti ilmiah yang lebih kuat justru ditemukan pada jenis luka kronis akibat diabetes, yakni ulkus kaki diabetik. Studi dalam jurnal Primary Care Diabetes yang melibatkan 411 pasien menunjukkan bahwa penggunaan fish skin graft dapat meningkatkan peluang penyembuhan hingga lebih dari tiga kali lipat dibandingkan perawatan standar.

Hal ini membuat metode tersebut cukup menjanjikan, terutama untuk luka yang sulit sembuh.

Tidak bisa digunakan sembarangan

Meski terdengar sederhana, penggunaan kulit ikan tidak dapat dilakukan sembarangan. Metode ini hanya direkomendasikan dalam bentuk produk medis yang telah diproses dan terstandar.

Artinya, bukan kulit ikan mentah atau rebusan yang bisa langsung digunakan sendiri di rumah. Tanpa standar yang jelas, efektivitas dan keamanannya tidak dapat dipastikan.

Penggunaan kulit ikan dalam penyembuhan luka memang terlihat menjanjikan, terutama karena kandungan alaminya yang mendukung regenerasi jaringan. Namun, seperti terapi medis lainnya, hasilnya sangat bergantung pada cara penggunaan yang tepat.

Jadi, meski terdengar unik, metode ini bukan sekadar tren, tetapi juga bukan sesuatu yang bisa dicoba tanpa pengawasan tenaga medis.

(anm/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK