Tata Cara dan Doa Ziarah ke Makam Rasul di Masjid Nabawi
CNN Indonesia
Selasa, 21 Apr 2026 10:30 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Ilustrasi. Ziarah ke makam Rasulullah SAW di Masjid Nabawi jadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi mereka yang sedang menunaikan ibadah haji. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi merupakan salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Islam, terutama saat menunaikan ibadah haji atau umrah.
Ibadah ini bukan sekadar kunjungan, melainkan perjalanan spiritual sehingga penting dilakukan sesuai tuntutan syariat.
Meski bukan bagian dari rukun haji atau umrah, para ulama sepakat bahwa ziarah ke makam Rasulullah merupakan amalan sunah yang dianjurkan. Ziarah ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus cinta kepada Nabi Muhammad SAW.
Mengutip dari laman Dompet Dhuafa, salah satu hadis yang sering dijadikan rujukan menyebutkan,
"Barangsiapa yang menziarahiku setelah wafatku maka seolah-olah dia menziarahiku ketika aku masih hidup." (HR Al-Daraquthni).
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak selawat saat berada di Madinah. Dalam hadis lain disebutkan,
"Perbanyaklah selawat kepadaku pada hari Jumat dan malamnya, karena selawat kalian akan disampaikan kepadaku." (HR Abu Dawud).
Tata cara ziarah ke makam Rasul
Agar ziarah tetap sesuai dengan ajaran Islam, terdapat beberapa tata cara yang perlu diperhatikan.
1. Niatkan ziarah dan salat di Masjid Nabawi
Perjalanan ke Madinah sebaiknya diniatkan untuk berziarah dan beribadah di Masjid Nabawi. Salat di masjid ini memiliki keutamaan besar, bahkan disebut lebih baik dari seribu kali salat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram.
2. Tidak perlu berihram atau membaca talbiyah
Masjid Nabawi jadi salah satu masjid bersejarah dalam Islam. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Ziarah makam Nabi tidak termasuk rangkaian ibadah haji, sehingga tidak disyaratkan berihram maupun membaca talbiyah.
3. Membaca doa saat masuk masjid
Saat memasuki Masjid Nabawi, dianjurkan mendahulukan kaki kanan dan membaca doa:
"Audzu billahi azhiimi wa wajhihil karimii wa sulthanihil qadimi minas syaithanir rajiimi, Allahuma iftahlii abwaba rahmatika."
Artinya:
"Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, kepada wajah-Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kekuasaan-Nya Yang Maha Dahulu dari godaan setan yang terkutuk."
4. Salat tahiyat masjid
Setelah masuk, jemaah dianjurkan melaksanakan salat Tahiyatul Masjid dua rakaat. Jika memungkinkan, salat dilakukan di Raudhah.
Simak tata cara ziarah ke makam Rasul lainnya di halaman berikutnya..
5. Memberi salam di makam Nabi
Setelah itu, jemaah mendatangi makam Rasulullah dan mengucapkan salam dengan sopan dan lirih:
"Assalāmu 'alayka yā rasūlallāh, assalāmu 'alayka yā khīratallāh min khalqih, assalāmu 'alayka yā habīballāh, assalāmu 'alayka yā sayyidal mursalīn wa khātaman nabiyyīn, assalāmu 'alayka wa 'alā ālika wa ashhābika wa ahli baytika, wa 'alan nabiyyīna wa sā'iris shālihīn.
Asyhadu annaka ballaghtar risālah, wa addaytal amānah, wa nashahtal ummah, fa jazākallāhu 'annā afdhala mā jazā rasūlan 'an ummatih."
Artinya:
"Salam sejahtera bagimu wahai Rasulullah, salam sejahtera bagimu wahai makhluk pilihan Allah, salam sejahtera bagimu wahai kekasih Allah, salam sejahtera bagimu wahai penghulu para rasul dan penutup para nabi, salam sejahtera bagimu, keluargamu, sahabatmu, anggota keluargamu, para nabi, dan semua orang saleh."
6. Memperbanyak doa saat ziarah
Ilustrasi. Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa saat ziarah ke makam Rasulullah di Masjid Nabawi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jemaah juga dianjurkan membaca doa agar ziarah membawa keberkahan:
"Ya Allah, bukalah pintu rahmat-Mu bagiku, karuniakan aku untuk menziarahi makam nabi-Mu Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallama sebagaimana Kau menganugerahkannya kepada para wali-Mu dan hamba-Mu yang ahli ibadah, kasihanilah aku wahai sebaik Zat yang diminta."
Selain makam Nabi, jemaah dianjurkan mengunjungi Masjid Quba, makam Baqi, dan Syuhada Uhud sebagai bagian dari napak tilas sejarah Islam.
Ulama menegaskan bahwa ziarah tidak boleh disertai keyakinan menyimpang, seperti meminta sesuatu kepada makam. Ziarah tetap harus dipahami sebagai bentuk ibadah kepada Allah dan penghormatan kepada Rasulullah.
Dengan memahami tata cara dan doa yang tepat, ziarah ke makam Nabi dapat memperkuat iman dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.