Tempat-Tempat Bersejarah dalam Islam yang Bisa Dikunjungi di Madinah
CNN Indonesia
Rabu, 15 Apr 2026 18:30 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Umat muslim mengunjungi Bukit Rumat yang berada di kaki Jabal Uhud di Madinah, Arab Saudi. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta, CNN Indonesia --
Setelah melaksanakan ibadah Haji, jemaah apabila memiliki cukup waktu kosong bisa menyempatkan untuk mampir ke sejumlah destinasi atau tempat bersejarah yang ada di Madinah, Arab Saudi.
Terdapat banyak tempat bersejarah menarik yang bisa dijelajahi jemaah di Madinah, mulai dari wisata alam, museum, hingga pasar tradisional.
Memasuki musim Haji 2026, gelombang pertama jemaah Haji direncanakan mulai berangkat pada 21 April 2026. Ibadah Haji akan berlangsung selama 40 hari dan kegiatan berpusat di Makkah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun Madinah bukanlah tempat yang termasuk rukun haji, tetapi hampir semua jemaah yang pergi ke tanah suci akan singgah ke Madinah, biasanya untuk berziarah dan beribadah di masjid-masjid utama.
Sejak tahun 2019, pemerintah Arab Saudi melarang penggunaan istilah "wisata religi" untuk dikaitkan dengan ibadah Umrah dan Haji. Namun, bagi jamaah ingin mampir ke sejumlah destinasi setelah selesai melakukan ibadah Haji tetap diperbolehkan.
Jika ingin berziarah maupun mengunjungi Madinah, berikut rekomendasi tempat-tempat bersejarah yang bisa dikunjungi setelah melakukan ibadah Haji, melansir dari banyak sumber:
Jabal Uhud
Jabal Uhud atau Gunung Hud adalah destinasi bersejarah yang ada di Madinah. Gunung ini disebut sebagai salah satu gunung yang nanti akan ada di Surga.
Jabal Uhud merupakan medan Perang Uhud di zaman Rasulullah. Di bawah tanahnya, banyak dimakamkan para syuhada Uhud yang mati syahid dalam peperangan tersebut.
Jabal Uhud berlokasi di sebelah utara Kota Madinah, Arab Saudi.
Museum Al-Hejaz Railway
Di Madinah ada satu museum yang sangat menarik dan sudah masuk warisan dunia UNESCO, yaitu Museum Al-Hejaz Railway. Museum ini seperti mesin waktu yang merekam perjalanan perkembangan Madinah, menyimpan 2000 artefak dari budaya Madinah.
Dulu, di sini ada proyek besar kuno pembuatan rel kereta api dari Madinah ke Istanbul, Turki. Ini adalah ide dari Sultan Ottoman, tetapi proyeknya terbengkalai hingga dijadikan museum hari ini. Museum Al-Hejaz Railway berlokasi di Al Suqya, Madinah, Arab Saudi.
Madain Saleh Tombs
Ada lagi destinasi Madinah yang masuk warisan dunia UNESCO, yaitu Madain Saleh Tombs. Ini merupakan situs kuno peninggalan Kaum Tsamud yang ada di zaman Nabi Saleh.
Madain Saleh Tombs berada di tengah gurun pasir. Batu ini memiliki ukiran yang indah dan layak dilihat setidaknya sekali seumur hidup. Destinasi ini cocok dikunjungi setelah melakukan ibadah Haji.
Madain Saleh Tombs berlokasi di Hegra 43524, Arab Saudi.
Istana Urwah bin Al Zubair
Istana Urwah bin Al Zubair merupakan situs bersejarah peninggalan Urwah bin Zubair, seorang tabi'in dan ahli fiqih terkemuka yang merupakan cucu Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Istana Urwah bin Al Zubair dibangun menggunakan batu selama abad pertama Hijriah. Dulu, Urwah tinggal di bangunan ini. Sekarang, Istana Urwah bin Al Zubair menjadi monumen dan situs bersejarah yang wajib dikunjungi ketika berkunjung ke Madinah.
Istana Urwah bin Al Zubair berlokasi di pinggiran lembah Al-Aqiq, Madinah, Arab Saudi.
Wadi Al-Jinn
Selanjutnya adalah destinasi alam yang misterius, yaitu Wadi Al-Jinn atau Wadi Jin. Biasa disebut dengan Bukit Jin, tempat ini terkenal dengan gunung magnetik yang mempunyai medan magnet berkekuatan tinggi.
Ketika berkunjung ke Wadi jIn menggunakan mobil dan mematikan mesinnya, kemungkinan besar mobil akan bergerak sendiri. Orang zaman dulu mengira ini adalah perbuatan jin, padahal sebenarnya mobil bergerak karena tertarik magnet.
Wadi Al-Jinn berlokasi di Madinah, Arab Saudi.
Pasar Bengali
Jika ingin melihat pasar tradisional di Madinah, maka bisa berkunjung ke Pasar Bengali. Di sana, wisatawan bisa berbelanja barang kebutuhan pokok hingga oleh-oleh dengan harga yang murah.
Para jamaah yang sudah melakukan ibadah Haji maupun Umrah biasanya mampir ke Pasar Bengali untuk beli oleh-oleh, mereka sering menyebutnya dengan "Pasar 1 Riyal".
Pasar Bengali berlokasi di terowongan bawah tanah dekat Pintu 339 Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.
Sultanese Street
Masih dengan destinasi untuk berbelanja, terakhir ada Sultanese Street. Tempat ini sering dituju jemaah maupun wisatawan untuk mencari pernak-pernik khas Arab.
Mulai dari toko-toko hingga pedagang kaki lima memenuhi Sultanese Street. Selain itu, tempat ini juga menjadi salah satu pusat kuliner yang selalu ramai di Madinah.
Sultanese Street berlokasi di jalan utama yang menghubungkan kota Madinah dengan Masjid Nabawi.