Gaya Parenting Putri Titian: Tegas dan Lembut Sesuai Anak
Gaya pengasuhan anak atau parenting kerap menjadi perbincangan hangat di kalangan orang tua. Dari pendekatan serba lembut hingga tegas, setiap keluarga memiliki cara masing-masing.
Bagi aktris sekaligus ibu dua anak, Putri Titian, kunci utama bukan memilih satu gaya, melainkan menyesuaikan dengan kondisi anak. Ia mengaku menerapkan kombinasi antara parenting tegas yang ia sebut 'VOC' dan pendekatan yang lebih lembut atau gentle parenting.
"Ini anaknya tipikal yang kalau gentle parenting dibalikin, saya tidak gentle. Jadi memang mereka tuh cocoknya ke VOC," ujar Putri kepada CNNIndonesia.com di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Tegas karena menyesuaikan karakter anak
Putri menjelaskan, gaya parenting yang ia terapkan tidak lepas dari karakter anak-anaknya. Ia bahkan mengaku cara berkomunikasinya yang tegas justru lebih efektif di rumah.
"Karena kebetulan anak saya ini juga mungkin terbiasa sama saya. Kalau ngomong kan ceplos-ceplos dengan intonasi yang tinggi. Jadi kalau di rumah, kalau ngomongnya pelan justru mereka enggak dengar," katanya.
Menurutnya, instruksi yang disampaikan secara tegas membuat anak lebih responsif.
"Kalau ngomong tuh kayak, 'ayo itu bukunya siapin', mereka langsung gercep," imbuhnya.
Meski terdengar keras, Putri menekankan bahwa pendekatan ini bukan tanpa alasan, melainkan hasil adaptasi dari kebiasaan dan respons anak sehari-hari.
Namun, bukan berarti pendekatannya selalu tegas. Putri tetap menerapkan sisi lembut, terutama saat anak sedang menghadapi masalah.
"Kalau anaknya lagi butuh disayang-sayang, lagi ada problem, lagi sebel sama dirinya sendiri, itu oke, saya bisa maklumin," ujarnya.
Ia menilai kondisi emosional anak menjadi faktor penting dalam menentukan cara orang tua merespons. Pendekatan ini mencerminkan pola parenting yang fleksibel, di mana orang tua tidak terpaku pada satu metode, tetapi mampu membaca situasi dan kebutuhan anak.
Peran orang tua harus satu suara
Selain soal gaya pengasuhan, Putri juga menyoroti pentingnya kesepakatan antara orang tua. Meski ia dan suaminya memiliki pendekatan yang berbeda, keduanya tetap berusaha satu suara dalam hal-hal penting.
"Katanya ibu bapak itu harus satu suara. Tapi memang kadang, bapak-bapak itu kenapa suka sekali memanjakan anak," ujarnya.
Untuk menghindari konflik dalam pengasuhan, Putri dan suami biasanya menyepakati lebih dulu keputusan yang bersifat krusial. Sementara untuk hal-hal kecil sehari-hari, ia mengaku lebih fleksibel.
"Untuk hal-hal penting seperti pendidikan, kesehatan, itu biasanya kita sudah omongin dulu dan harus satu suara," jelasnya.
Pengalaman Putri Titian menunjukkan bahwa tidak ada satu gaya parenting yang sepenuhnya benar atau salah. Yang terpenting adalah bagaimana orang tua mampu menyesuaikan pendekatan dengan karakter anak, situasi, serta nilai yang ingin dibangun dalam keluarga.
Di tengah tren parenting modern yang kerap mengotakkan metode pengasuhan, pendekatan ini menjadi pengingat bahwa keseimbangan dan fleksibilitas memegang peran penting. Tujuan utama parenting bukan sekadar mengikuti metode tertentu, melainkan memastikan anak tumbuh dengan rasa aman, dipahami, dan tetap memiliki batasan yang jelas.
(anm/tis)