Blok M, Masa Mati Suri hingga Nostalgia yang Hidupkan Denyut Nadi
Sempat Mati Suri, Blok M Kehilangan Daya Pikat
Gemerlapnya mulai meredup, perlahan-lahan menarik Blok M ke hari-hari yang sunyi. Pada awal tahun 2000-an, banyak mall-mall besar lainnya yang muncul ke permukaan, memasuki arena persaingan sebagai pusat perbelanjaan di Jakarta.
Masa sepi itu mulai terasa signifikan setelah 2014-2017dan semakin parah saat pandemi Covid-19 sekitar tahun2020-2022.
Semakin banyak pilihan baru, Blok M semakin tersingkir pula. Terjadi pergeseran tren dan gaya hidup masyarakat, bagaimanapun ini adalah perkembangan yang akan terus terjadi seiring berjalannya waktu. Masyarakat lebih terpikat dengan mall baru yang menawarkan suasana berbeda, serta atraksi belanja yang lebih beragam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pamor Blok M mulai menyusut dengan berkembangnya Mall2 besar di berbagai tempat di Jakarta. Jadi, Jakarta tidak lagi memiliki satu sentra perniagaan, tetapi lebih banyak melalui kehadiran mall-mall baru seperti Senayan City, Pacific Place, kawasan SCBD, Casablanca dan lainnya," jelas Andi.
Blok M kehilangan daya pikatnya, orang tak lagi penasaran dengan kawasan bernuansa vintage tersebut. Puncak mati suri Blok M adalah ketika masa pandemi pada tahun 2020, perniagaan di Blok M lumpuh.
Banyak toko-toko gulung tikar, mau tak mau karena tidak ada pengunjung datang yang mengayuh roda perekonomian di Blok M. Kawasan yang dulu ramai dan diminati, berubah menjadi jalan dan gedung yang bahkan tak dilirik.
Era Kebangkitan Blok M, Nostalgia yang Menghidupkan Denyut Nadi
Cukup lama kehilangan pamor ternyata tak membuat Blok M selamanya terpuruk. Pergeseran tren itu terjadi lagi, kali ini masyarakat merindukan sisi unik dan vintage dari kawasan Blok M yang sejak dulu sudah berkarakter.
Nostalgia, itu yang membuat denyut nadi Blok M berdetak lagi. Orang-orang ingin kembali melihat karakter jadul Blok M tapi meminta pengalaman baru. Oleh karena itu, berangsur bangunan lama dialihfungsikan menjadi atraksi baru.
"Perkembangan budaya kuliner dan pemanfaatan nostalgia masa lalu di Jakarta seperti M-Bloc menghidupkan kembali kawasan Blok M yang telah sepi itu," tutur Andi.
Mulai bermunculan kembali tempat nongkrong estetik di Blok M, kalau sekarang disebutnya kalcer. Masyarakat kembali membawa kehangatan dengan meramaikan area Blok M.
Beberapa spot yang menarik perhatian di awal masa kebangkitan Blok M termasuk Taman Literasi Martha Tiahahu, M Bloc Space, sampai kafe dan restoran dari UMKM lokal yang viral.
Kemudahan akses transportasi juga ikut menyumbang peran dalam mengembalikan kejayaan Blok M. Sejak MRT, Transjakarta, dan Mikrotrans beroperasi penuh, Blok M jadi semakin mudah dijangkau dan banyak yang tertarik untuk berkunjung ke sana.
"Sekarang Blok M lebih dilirik kembali karena kuliner dan jajanan umkm, bukan mall-nya. Akses transportasi MRT dan Transjakarta yang nyaman dan mempermudah kunjungan," pungkasnya.
(wiw) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]