Maskapai Ini Minta 6 Penumpang Turun karena Pesawat Keberatan Beban

CNN Indonesia
Selasa, 21 Apr 2026 22:30 WIB
Pesawat yang dijadwalkan menuju Malaga, Spanyol, tak dapat lepas landas karena beban pesawat yang terlalu berat untuk kondisi cuaca dan panjang landasan pacu.
Ilustrasi penumpang di kabin pesawat. (istockphoto/AlxeyPnferov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah insiden unik menimpa maskapai penerbangan easyJet di Bandara Southend, Essex, Inggris, pada Sabtu (11/4) lalu.

Pesawat yang dijadwalkan menuju Malaga, Spanyol, tersebut tidak dapat lepas landas karena beban pesawat yang terlalu berat untuk kondisi cuaca dan panjang landasan pacu.

Pihak maskapai menyatakan bahwa keselamatan adalah "prioritas utama," sehingga pesawat harus mengurangi beban sebelum diizinkan terbang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut laporan media lokal Your Southend, pilot awalnya memberikan dua pilihan sulit kepada para penumpang agar pesawat bisa mengudara. Pilihan itu adalah enam penumpang harus sukarela turun dari pesawat atau seluruh bagasi penumpang harus diturunkan dari kargo.

Setelah pengumuman tersebut, lima orang penumpang akhirnya bersedia menjadi sukarela untuk tidak ikut terbang. Aksi mereka disambut meriah dengan tepuk tangan dari penumpang lain yang tetap berada di pesawat.

Seperti dilansir ITV, pihak easyJet menjelaskan bahwa pembatasan berat adalah prosedur standar keamanan bagi semua maskapai.

Bandara Southend hanya memiliki landasan pacu sepanjang 1.856 meter, lebih pendek dibandingkan bandara besar lainnya. Hal ini membuat pilot memiliki jarak yang lebih sedikit untuk mencapai kecepatan lepas landas yang dibutuhkan.

Faktor cuaca saat itu juga memengaruhi daya angkat pesawat, sehingga beban maksimal harus dikurangi agar pesawat bisa terbang dengan aman.

Penumpang mencatat sebenarnya ada 10 kursi kosong di pesawat tersebut sebelum lima relawan turun, namun pengurangan beban tetap diperlukan.

Penumpang Sukarela Turun Dapat Kompensasi

Kelima penumpang yang turun diberikan fasilitas transportasi ke Bandara Gatwick dan diterbangkan ke Malaga pada hari yang sama secara cuma-cuma.

Berdasarkan regulasi penerbangan Inggris (UK261), penumpang yang secara sukarela batal terbang dalam situasi seperti ini berhak mendapatkan kompensasi.

Nilai Kompensasi antara 175 hingga 350 pound sterling (sekitar Rp3,5 juta hingga Rp7 juta), tergantung pada durasi keterlambatan yang dialami.

Pihak easyJet juga mengonfirmasi telah menghubungi para penumpang tersebut untuk memproses kompensasi yang menjadi hak mereka.

(wiw) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]