Minum Air Hangat Redakan Nyeri Haid, Mitos atau Fakta?

CNN Indonesia
Rabu, 22 Apr 2026 14:00 WIB
Air hangat bisa bantu redakan nyeri haid, tapi bukan solusi utama. Dukungan emosional juga penting saat menstruasi.
Ilustrasi. Mitos minum air hangat saat nyeri hadi memang sangat terkenal di masyarkat. (iStock/torwai)
Jakarta, CNN Indonesia --

"Minum air hangat dulu." Kalimat ini mungkin menjadi respons paling sering terdengar saat perempuan mengeluhkan nyeri menstruasi.

Dari keluarga, teman, hingga pasangan, saran ini seolah menjadi solusi universal untuk berbagai keluhan, mulai dari kram perut hingga tubuh yang terasa tidak nyaman.

Namun, benarkah air hangat efektif membantu meredakan gejala menstruasi? Ataukah ini hanya kebiasaan yang telah lama dipercaya?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Respons seperti menyarankan minum air hangat memang kerap muncul dari niat baik. Sayangnya, niat baik tidak selalu sejalan dengan pemahaman yang utuh terhadap kebutuhan perempuan saat menstruasi.

"Kita sering langsung merespons dengan kalimat seperti 'istirahat ya' atau 'minum yang hangat'. Itu niatnya baik, tapi apakah kita benar-benar memahami atau hanya berhenti di situ?" ujar VP Marketing Kao Indonesia, Susilowati, dalam konferensi pers Comfort Made Together: Building a Supportive World Around Menstruation with Laurier di Jakarta, Selasa (21/4).

Menurut Susilowati, menstruasi bukan hanya soal nyeri fisik. Ada pula perubahan emosi dan kondisi tubuh yang kompleks, yang bisa berbeda pada setiap perempuan. Karena itu, satu solusi sederhana seperti air hangat tidak selalu cukup.

Dari sisi medis, penggunaan panas memang dikenal dapat membantu meredakan nyeri haid. Lembaga kesehatan Mayo Clinic menyebut mandi air hangat atau penggunaan kompres panas, seperti botol air panas atau plester penghangat pada perut bagian bawah-dapat membantu meredakan kram menstruasi.

Efek hangat bekerja dengan membantu relaksasi otot rahim dan melancarkan sirkulasi darah, sehingga rasa nyeri dapat berkurang. Karena itu, jika yang dimaksud adalah mandi air hangat atau kompres hangat, manfaatnya cenderung terasa lebih langsung.

Sementara itu, minuman hangat seperti air putih hangat juga dapat memberikan efek nyaman, membantu tubuh lebih rileks, serta meredakan ketegangan ringan. Namun, efeknya lebih bersifat suportif, bukan mengatasi penyebab utama nyeri menstruasi.

Bukan cuma fisik, tapi juga emosional

Psikiater Elvine Gunawan mengatakan, pengalaman menstruasi tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga melibatkan dinamika emosional yang nyata.

"Menstruasi bukan hanya pengalaman fisik, tetapi juga melibatkan dinamika emosional yang nyata. Banyak respons muncul secara otomatis karena kebiasaan atau budaya, namun tidak selalu membuat perempuan merasa dipahami. Padahal, dukungan sering kali dimulai dari hal sederhana, seperti mendengarkan, memahami, dan memvalidasi apa yang dirasakan. Ini penting untuk membangun hubungan yang lebih sehat, baik secara emosional maupun sosial," jelasnya.

Penjelasan ini menunjukkan bahwa rasa nyaman saat menstruasi tidak selalu datang dari solusi praktis semata. Terkadang, yang dibutuhkan justru adalah rasa didengar dan dipahami.

Karena itu, minum air hangat tetap boleh dilakukan, terutama jika membantu tubuh terasa lebih nyaman. Namun, cara ini tidak bisa dianggap sebagai solusi utama untuk semua kondisi.

Selain itu, pengalaman menstruasi juga dapat sangat berbeda antarperempuan, bahkan dari satu siklus ke siklus berikutnya pada individu yang sama.

"Antara orang satu dengan yang lain berbeda. Bahkan dari bulan ke bulan juga bisa berubah. Dan itu bukan cuma soal nyeri, tapi juga bisa sampai ke migrain, gangguan tidur, atau perubahan emosi," ujar Susilowati.

Di sinilah letak persoalannya: respons yang terlalu sederhana justru bisa membuat perempuan merasa tidak benar-benar dipahami.

Minum air hangat untuk meredakan gejala menstruasi memang bukan sekadar mitos. Cara ini dapat membantu memberikan rasa nyaman. Namun, menjadikannya sebagai satu-satunya solusi untuk semua keluhan menstruasi jelas tidak cukup.

Yang lebih penting adalah memahami bahwa setiap perempuan memiliki pengalaman yang berbeda, dengan kebutuhan yang juga tidak selalu sama. Sebab, kenyamanan saat menstruasi bukan hanya soal apa yang diminum, tetapi juga tentang bagaimana seseorang merasa dipahami.

(anm/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]