Waspadai Efek Samping Ikan Sapu-Sapu, Bisa Menurunkan Fungsi Otak

CNN Indonesia
Kamis, 23 Apr 2026 08:15 WIB
Ilustrasi. Selain menyerang organ vital, ikan sapu-sapu yang terkontaminasi logam berat juga bisa menurunkan fungsi otak. Ini penjelasannya. (CNN Indonesia/Adi ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dalam beberapa bulan terakhir, ikan sapu-sapu sedang menjadi sumber keresahan masyarakat. Di media sosial beredar informasi mengenai makanan olahan yang mengandung ikan sapu-sapu seperti siomay hingga abon.

Keresahan muncul karena ikan sapu-sapu ditengarai terkontaminasi dari lingkungan yang tercemar. Efek samping ikan sapu-sapu bahkan dikatakan bisa menurunkan fungsi otak.

Efek samping ikan sapu-sapu dalam menurunkan fungsi otak

"Efek mengonsumsi ikan sapu-sapu tidak selalu langsung terlihat. Justru yang perlu diwaspadai adalah dampak jangka panjang yang bisa memicu penyakit kronis," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur (Jaktim), Herwin Meifendy, di Kantor Sudin Kesehatan Jakarta Timur, Rabu (22/4), dilansir Antara.

Di dalam ikan sapu-sapu, terdapat kandungan logam berat seperti merkuri, timbal (Pb), arsen, dan kadmium. Sejumlah logam berat ini bisa terakumulasi dalam tubuh manusia, kemudian berisiko memicu sejumlah penyakit serius jika rutin dikonsumsi.

Lalu bagaimana efek ikan sapu-sapu terhadap fungsi otak? Herwin mengatakan, merkuri di dalam ikan tersebut dapat menyerang organ vital seperti ginjal dan paru-paru, hingga sistem saraf serta otak.

Adapun timbal diketahui memiliki dampak buruk terhadap saraf pusat yang dapat menyebabkan penurunan kecerdasan serta gangguan perilaku.

Selain itu, arsen memiliki sifat karsinogenik yang berpotensi menyebabkan kanker, sedangkan kadmium dapat merusak ginjal serta sistem pernapasan.

"Jika terus terakumulasi, bukan tidak mungkin memicu gangguan serius seperti penurunan fungsi otak hingga penyakit kronis lainnya," ujar Herwin.

Ada anggapan pengolahan tertentu bisa mengurangi risiko, tetapi hingga saat ini belum ada metode yang bisa sepenuhnya menghilangkan kandungan logam berat secara aman.

Herwin pun mengimbau agar masyarakat menghindari ikan sapu-sapu dan beralih ke ikan jenis lain yang lebih aman dan bergizi.

Bahaya ikan sapu-sapu

Selain memengaruhi fungsi otak, ikan sapu-sapu yang tercemar juga harus diwaspadai akan bahaya lainnya yang mengintai. Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini bahayanya bagi kesehatan:

1. Kontaminasi logam berat

Ikan sapu-sapu yang hidup di perairan tercemar cenderung mengakumulasi logam berat di dalam tubuhnya. Mengonsumsi ikan yang terkontaminasi dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius, termasuk kerusakan organ internal.

2. Paparan limbah kimia dan pestisida

Lingkungan perairan yang terkontaminasi limbah industri dan pertanian, membuat ikan sapu-sapu rentan menyerap bahan kimia berbahaya dan pestisida. Zat-zat ini dapat berbahaya bagi kesehatan manusia jika ikan tersebut dikonsumsi.

3. Risiko bakteri dan parasit

Kondisi perairan yang kotor juga meningkatkan kemungkinan ikan sapu-sapu membawa bakteri patogen dan parasit. Air yang tercemar limbah menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme berbahaya yang dapat menempel pada tubuh ikan.

Jika ikan tidak dibersihkan dan diolah dengan benar, risiko infeksi saluran pencernaan, diare, hingga keracunan makanan dapat meningkat.

4. Kemungkinan reaksi alergi

Beberapa orang mungkin akan mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi ikan sapu-sapu, terutama jika ikan tersebut terkontaminasi oleh zat-zat berbahaya. Gejala alergi dapat berupa gatal-gatal, ruam kulit, atau gangguan pencernaan.

5. Racun tidak hilang bahkan setelah dimasak

Banyak orang beranggapan, memasak dapat menghilangkan semua zat berbahaya. Namun, dalam kasus ikan sapu-sapu, ini tidak sepenuhnya benar.

Proses memasak hanya membunuh bakteri dan mikroorganisme tertentu, tetapi tidak menghilangkan zat kimia berbahaya yang terakumulasi di dalam daging ikan, termasuk logam berat.

Dengan memahami bahaya ikan sapu-sapu dan bagaimana efek sampingnya dalam menurunkan fungsi otak, kita dapat lebih berhati-hati dalam memilih makanan dan menjaga kesehatan.

(rti)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK