Sebelum Dimasak, Berapa Kali Beras Sebaiknya Dicuci?

CNN Indonesia
Senin, 18 Mei 2026 11:45 WIB
Ilustrasi. Tak banyak orang yang tahu betul soal berapa kali beras harus dicuci sebelum dimasak. (iStockphoto/ThamKC)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mencuci beras sebelum dimasak sudah jadi kebiasaan di banyak rumah tangga Indonesia. Rasanya, seperti ada yang kurang kalau beras langsung dimasak tanpa dibilas dulu.

Bahkan, tak sedikit yang punya aturan sendiri di rumah, harus tiga kali, lima kali, atau dicuci sampai airnya benar-benar bening.

Tapi, apakah cara itu memang paling tepat? Pertanyaan ini sering muncul di dapur sehari-hari, apalagi saat melihat air cucian beras yang masih keruh. Banyak orang merasa semakin sering beras dicuci, semakin bersih dan sehat hasilnya.

Mengutip penelitian dari Food Science yang dipublikasikan di laman National Center for Biotechnology Information, tidak ada angka baku yang menyebut beras harus dicuci sekian kali. Bahkan, mencuci beras terlalu sering juga tidak selalu lebih baik.

Dalam praktik sehari-hari, beras memang boleh dicuci. Tujuannya sederhananya, yaitu membersihkan debu, kotoran ringan, serta sisa pati (starch) di permukaan agar nasi tidak terlalu lengket. Namun, pembilasan sebenarnya cukup dilakukan 1 sampai 2 kali saja.

Metode pencucian beras memang bisa mengurangi sebagian residu di permukaan, termasuk pestisida dalam jumlah kecil. Namun di saat yang sama, proses ini juga ikut menghilangkan mineral penting seperti magnesium, kalium, dan fosfor.Ini berarti semakin sering beras dicuci, bukan hanya kotoran yang hilang, tetapi sebagian zat gizi juga bisa ikut berkurang.

Banyak orang mencuci beras sampai airnya jernih sempurna. Air yang keruh saat mencuci nasi sebagian besar berasal dari pati alami beras. Jika seluruh pati permukaan terus dibuang, nasi justru bisa kehilangan tekstur dan sebagian nilai gizinya.

Karena itu, cukup bilas sampai air terlihat lebih jernih. Tidak perlu sampai benar-benar bening.

Kalau tujuan mencuci beras adalah mengurangi zat berbahaya seperti arsenik, hasilnya juga tidak terlalu besar. Menurut Food and Drug Administration (FDA), membilas beras sebelum dimasak hanya memberi efek minimal terhadap kadar arsenik pada nasi matang.

Cara yang lebih efektif untuk menurunkan arsenik adalah memasak beras dengan air berlebih, lalu membuang sisa airnya. Metode ini bisa menurunkan arsenik sekitar 40 sampai 60 persen.

Namun, terdapat konsekuensinya, cara ini juga akan mengurangi kandungan nutrisi penting seperti folat, zat besi, niasin, dan tiamin hingga 50 sampai 70 persen. Jadi, ada konsekuensi yang harus dipertimbangkan antara upaya menurunkan arsenik dan hilangnya sebagian zat gizi.

Beras fortifikasi justru sebaiknya tidak dicuci

Hal lain yang sering luput diperhatikan, tidak semua beras sebaiknya dicuci.Pada beras fortifikasi atau enriched rice, yang sudah diperkaya vitamin dan mineral, mencuci beras justru bisa menghilangkan nutrisi tambahan tersebut.

Aturan di sejumlah negara bahkan menyarankan untuk tidak mencuci beras jenis ini, terutama jika pada kemasan tertulis 'do not rinse'.

Berikut panduan sederhana mencuci beras yang bisa diikuti di rumah.

1. Beras biasa

Cukup bilas 1-2 kali untuk membersihkan permukaan. Tidak perlu sampai air benar-benar bening.

2. Beras fortifikasi atau enriched rice

Ikuti petunjuk pada kemasan. Jika disarankan tidak dicuci, sebaiknya memang tidak perlu dibilas.

3. Jika ingin mengurangi arsenik

Gunakan metode memasak dengan air berlebih, tetapi pahami bahwa cara ini juga bisa mengurangi kandungan nutrisi.

Mencuci beras bukan soal harus berapa kali, melainkan soal memahami tujuan dan dampaknya. Mencuci beras memang baik untuk kebersihan dan bisa membantu memperbaiki tekstur nasi.

Namun, jika dilakukan berlebihan, manfaatnya tidak selalu lebih besar, bahkan bisa mengurangi kandungan gizi yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh.

(anm/asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK