4 Manfaat Roti Sourdough, Pangan Sehat dengan Tekstur Unik
Ketimbang roti putih, roti sourdough lebih direkomendasikan. Meski buat sebagian orang roti ini lebih bertekstur dan rasanya unik, tapi sourdough mampu menawarkan sejumlah manfaat kesehatan. Apa saja?
Di tengah gempuran inovasi roti dengan segala isiannya, roti sourdough tetap banyak diminati. Biasanya roti hadir dalam ukuran besar lalu diiris-iris sesuai kebutuhan.
Roti dinilai memiliki tekstur lebih padat dengan rasa cukup unik. Roti sourdough dibuat dengan teknik fermentasi tradisional. Melansir dari GoodRX, roti terbuat dari tepung dan air yang difermentasi menggunakan "starter" atau kultur hidup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Starter ditambahkan ke tepung dan air lalu proses fermentasi dimulai. Starter inilah yang memberikan rasa sedikit asam pada roti.
Manfaat roti sourdough
Berkat proses fermentasi tradisional, sourdough menawarkan sejumlah manfaat kesehatan sebagai berikut.
1. Menyehatkan pencernaan
Bagi sebagian orang, roti sourdough lebih mudah dicerna ketimbang roti putih. Berdasar beberapa penelitian, roti sourdough bertindak sebagai prebiotik yang berarti serat pada roti membantu memberi makan bakteri baik usus.
Selain itu, roti sourdough lebih rendah gluten daripada jenis roti lain. Kemungkinan gluten pada roti terurai oleh asam. Roti sourdough pun terbilang aman buat mereka yang intoleransi gluten.
2. Asupan gizi
Roti sourdough terlebih yang terbuat dari tepung gandum utuh secara alami mengandung kalsium, zat besi, dan seng.
Sebenarnya roti juga mengandung fitat yang menghambat penyerapan mineral. Namun proses fermentasi roti sourdough membantu memecah fitat sehingga mineral lebih mudah diserap.
Ada pula folat, kalium, dan magnesium. Folat berfungsi untuk pembelahan sel. Kalium berguna untuk mengatur detak jantung, membantu fungsi saraf dan otot.
Sementara magnesium mengatur fungsi otot dan saraf, mengontrol kadar gula darah, dan membantu pembentukan protein.
3. Aman dikonsumsi pengidap diabetes
Ilustrasi. Roti sourdough rendah indeks glikemik sehingga tidak menaikkan kadar gula darah secepat roti putih. (freepik.com/pvproductions) |
Pengidap diabetes tak perlu ragu mengonsumsi roti sourdough. Indeks glikemik roti sourdough lebih rendah (54) dariapda roti putih biasa (71). Roti tidak akan meningkatkan gula darah secepat roti putih.
Kemudian melansir dari WebMD, konsumsi roti sourdough berpotensi membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil.
4. Menu sarapan yang tahan lama
Roti sourdough dapat dijadikan menu sarapan praktis. Kamu bisa menambahkan telur rebus, yogurt, atau potongan alpukat sebagai topping.
Umur simpan roti pun lebih lama meski roti tidak menggunakan pengawet seperti roti komersial lain.
(els) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

Ilustrasi. Roti sourdough rendah indeks glikemik sehingga tidak menaikkan kadar gula darah secepat roti putih. (freepik.com/pvproductions)