Jenis-jenis Pilates yang Perlu Kamu Tahu, Mana yang Paling Cocok?

CNN Indonesia
Senin, 11 Mei 2026 09:15 WIB
Ilustrasi. Sebelum ikut kelas, ada baiknya mengenali dulu jenis-jenis pilates agar bisa memilih latihan yang paling sesuai dengan kebutuhan tubuh. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pilates kini banyak dipilih karena gerakannya relatif tenang, tapi tetap terasa menantang. Latihan ini dikenal membantu menguatkan otot inti, memperbaiki postur, melatih keseimbangan, hingga membuat tubuh lebih lentur.

Saat mulai mencari kelas pilates, pilihannya bisa terasa membingungkan. Ada Mat Pilates, Reformer Pilates, sampai Clinical Pilates. Namanya mirip, tapi alat, tujuan, dan tingkat pendampingannya bisa berbeda.

Karena itu, sebelum ikut kelas, ada baiknya mengenali dulu jenis-jenis pilates yang paling umum agar bisa memilih latihan yang paling sesuai dengan kebutuhan tubuh, terutama bagi pemula.


1. Mat Pilates

Ini adalah jenis Pilates paling dasar dan paling mudah diakses. Latihannya dilakukan di atas matras, dengan posisi duduk, berdiri, atau berbaring. Fokus utamanya ada pada kontrol gerakan, kekuatan otot inti (core), postur tubuh, fleksibilitas, dan teknik pernapasan.

Melansir National Health Service (NHS) Inggris, mat-based Pilates juga bisa menggunakan alat sederhana seperti resistance band atau bola kecil untuk membantu latihan.

Mat Pilates biasanya cocok untuk pemula, latihan di rumah, dan yang ingin memahami dasar gerakan dan kontrol tubuh.

2. Reformer Pilates (Machine-based)

Jenis ini menggunakan alat khusus yang disebut reformer, berupa platform dengan pegas (spring resistance) yang bisa bergerak. Alat ini memberikan tambahan resistensi sekaligus bantuan, sehingga gerakan bisa disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

Reformer Pilates biasanya dipilih oleh mereka yang ingin variasi latihan dengan resistensi, membutuhkan gerakan lebih terarah, atau yang membutuhkan modifikasi posisi tubuh. Dengan menggunakan alat, latihan ini biasanya dilakukan di studio dengan instruktur.


3. Classical Pilates

Classical Pilates merujuk pada metode asli yang dikembangkan oleh Joseph Pilates. Pendekatan ini cenderung mengikuti urutan latihan, teknik, dan prinsip yang lebih pakem sesuai sistem awal.

Pendekatan ini berakar pada metode tradisional yang diwariskan langsung dari pendirinya. Biasanya, Classical Pilates lebih terstruktur dan konsisten dalam urutan gerakan.


4. Contemporary Pilates

Berbeda dari classical, contemporary Pilates adalah versi yang sudah berkembang dan disesuaikan dengan ilmu modern. Pendekatan ini tetap memakai prinsip dasar pilates, tetapi menggabungkan pemahaman anatomi, rehabilitasi, dan ilmu gerak terbaru.

Dalam praktiknya, Contemporary Pilates sering terasa lebih fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan individu.

[Gambas:Video CNN]


5. Clinical atau Physiotherapy-based Pilates

Jenis ini lebih dekat dengan dunia rehabilitasi dan fisioterapi. Pilates dalam konteks klinis digunakan untuk membantu pemulihan, terutama pada masalah seperti nyeri punggung, postur tubuh, atau gangguan muskuloskeletal.

NHS menjelaskan bahwa pilates sebagai teknik mind-body dapat membantu meningkatkan stabilitas, kontrol gerakan, dan fungsi tubuh secara keseluruhan. Jenis ini biasanya cocok untuk:

Kalau disederhanakan, dua jenis pilates yang paling sering ditemui adalah Mat Pilates dan Reformer Pilates. Sementara pembagian lainnya biasanya lebih ke pendekatan atau tujuan latihan.

Untuk pemula, Mat Pilates biasanya jadi pilihan paling mudah karena sederhana dan bisa dilakukan di mana saja.Namun, Teformer Pilates juga bisa jadi opsi, terutama jika dilakukan dengan bimbingan instruktur.

Sementara bagi yang punya kondisi tertentu, Clinical Pilates bisa jadi pintu masuk yang lebih aman.

CNNIndonesia kembali menggelar Wellnest Festival pada Jumat-Sabtu, 22-23 Mei 2026 mendatang. Bertempat di South Quarter Dome, Jakarta Selatan, acara ini mengundang kamu untuk ikut serta dalam berbagai aktivitas, termasuk hyrox, push bike, pilates, dan cardio dance.

Tiket untuk mengikuti berbagai aktivitas di Wellnest Festival Vol. 2 sudah tersedia. Masing-masing aktivitas olahraga dibanderol dengan harga mulai dari Rp150 ribu hingga Rp350 ribu tergantung kategori.

Tertarik untuk ikut? Dapatkan tiketnya dan pesan di sini.

(anm/fef)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK