Ini 8 Gejala Hantavirus, Bisa Muncul Seminggu Setelah Paparan
Saat ini, infeksi Hantavirus tengah jadi perhatian. Masyarakat diimbau untuk mengenali gejala Hantavirus sebagai bentuk deteksi dini.
Hantavirus jadi perhatian usai ditemukan mewabah di kapal pesiar MV Hondius. Virus ini menyebar ke sejumlah penumpang dan memicu kekhawatiran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Infeksi Hantavirus sendiri sebenarnya merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan oleh hewan pengerat, terutama tikus.
Penularan terjadi melalui partikel virus yang terdapat pada urine, kotoran, hingga air liur tikus. Risiko penularan akan meningkat drastis di ruangan tertutup yang terkontaminasi.
Mengutip jurnal JAMA Network, orang-orang yang bekerja di tempat dengan kotoran dan urine hewan pengerat sangat rentan terinfeksi Hantavirus. Penularan melalui gigitan atau cakaran hewan lebih jarang terjadi.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 23 kasus terkonfirmasi Hantavirus sepanjang periode 2024 hingga 2026.
Gejala Hantavirus
Ilustrasi. Demam jadi salah satu gejala awal Hantavirus. (Istockphoto/ vadimguzhva) |
Meski di Indonesia kasusnya masih jarang, masyarakat tetap diimbau untuk melakukan deteksi dini. Salah satunya dengan memahami gejala Hantavirus.
Gejala dan tingkat keparahan penyakit ini bergantung pada virus spesifik yang memicu infeksi. Gejala biasanya muncul setidaknya satu pekan setelah paparan virus.
Mengutip laman Mayo Clinic, infeksi Hantavirus berkembang melalui tahap yang berbeda. Pada tahap pertama, beberapa gejala umum yang dialami di antaranya sebagai berikut.
1. Demam
Seperti penyakit infeksi lainnya, infeksi Hantavirus juga memicu demam. Kondisi ini menjadi respons sistem kekebalan tubuh yang ekstrem terhadap infeksi.
Orang dewasa disebut mengalami demam jika memiliki suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat Celcius.
2. Nyeri otot
Selain demam, infeksi Hantavirus juga bisa disertai nyeri otot layaknya penyakit infeksi lainnya. Nyeri otot terjadi akibat peradangan sistemik dan gangguan pada pembuluh darah di sekitar jaringan otot.
Selain itu, nyeri otot juga jadi tanda tubuh yang tengah berusaha melawan infeksi.
3. Sakit kepala
Sakit kepala terjadi akibat peradangan pada pembuluh darah di otak. Hal ini menjadi respons alami tubuh terhadap virus.
4. Mual-muntah
Hantavirus juga bisa menyerang sistem pencernaan. Peradangan bisa mengganggu sistem pencernaan hingga memicu rasa mual hingga muntah.
5. Diare
Selain mual dan muntah, gangguan pencernaan lainnya yang bisa diakibatkan oleh Hantavirus adalah diare.
Diare pada infeksi Hantavirus dipicu oleh peradangan pada dinding usus. Kondisi ini terjadi akibat kerusakan pembuluh darah di sistem pencernaan.
Seiring perkembangannya, penyakit dapat berkembang memicu kerusakan paru-paru. Gejalanya bisa meliputi beberapa hal berikut.
6. Batuk
Batuk jadi gejala kunci yang menandakan infeksi telah memasuki tahap yang lebih serius. Gejala ini umumnya terjadi pada infeksi jenis HPS atau Hantavirus pulmonary syndrome.
Pada kasus ini, batuk bukan terjadi karena infeksi di saluran napas, melainkan dipicu oleh kebocoran cairan ke dalam paru-paru.
7. Sesak napas
Khusus pada kasus HPS, infeksi Hantavirus juga bisa menyebabkan sesak napas. Kondisi ini membuat pasien kesulitan untuk bernapas atau memiliki napas pendek.
8. Detak jantung tidak teratur
Detak jantung yang tidak teratur pada pasien Hantavirus menjadi tanda bahwa infeksi telah memengaruhi jantung.
Kondisi ini bisa terjadi akibat ketidakseimbangan elektrolit yang disebabkan oleh diare, tekanan akibat gagal napas, hingga peradangan sistemik akibat infeksi.
Segera lakukan pemeriksaan medis jika mengalami beberapa gejala Hantavirus di atas yang tak kunjung membaik.
(asr) Add
as a preferred source on Google
Ilustrasi. Demam jadi salah satu gejala awal Hantavirus. (Istockphoto/ vadimguzhva)