Waspada, Ini Tanda-Tanda Ginjal Rusak dari Kondisi Urine

CNN Indonesia
Kamis, 30 Apr 2026 07:00 WIB
Dokter spesialis penyakit dalam, Zubairi Djoerban, menjelaskan urine yang tampak berbusa bisa jadi indikasi adanya kebocoran protein atau albumin dari ginjal.
Ilustrasi kesehatan ginjal. (iStockphoto/SvetaZi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kesehatan ginjal merupakan kunci utama menjaga stabilitas organ vital lainnya. Ketika ginjal bermasalah, dampaknya bisa merembet ke seluruh sistem tubuh. Oleh karena itu, deteksi dini sangat diperlukan, salah satunya dengan memperhatikan perubahan pada kondisi urine.

Dokter spesialis penyakit dalam, Zubairi Djoerban, menjelaskan bahwa urine yang tampak berbusa bisa menjadi indikasi awal adanya kebocoran protein atau albumin dari ginjal.

"Busa tersebut adalah salah satu tanda kadar protein tinggi dalam urine, yang memang bisa menjadi pertanda penyakit ginjal," ungkap Zubairi melalui keterangannya lewat media sosial X beberapa waktu silam, yang dikutip CNNIndonesia.com seizin yang bersangkutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemeriksaan urine secara rutin menjadi cara paling efektif untuk melihat sejauh mana kerusakan fungsi ginjal. Melalui uji laboratorium, dokter akan memantau kadar albumin, yakni protein darah yang berperan penting dalam pembentukan plasma.

Jika ditemukan albumin dalam urine, tingkat keparahannya akan dikategorikan dalam skala positif 1 hingga 4. Pada skala 1-2 menunjukkan indikasi kebocoran awal, sedangkan skala 4 menandakan kondisi kebocoran ginjal yang sudah dalam tahap berat.

Untuk mendapatkan data yang lebih akurat, pasien biasanya disarankan melakukan penampungan urine selama 24 jam penuh. Sampel ini kemudian diukur secara kuantitatif untuk melihat jumlah pasti protein yang keluar selama periode tersebut.

Isu kesehatan ginjal kian mendesak menyusul merebaknya kasus gagal ginjal akut pada anak-anak di Indonesia. Berdasarkan data terakhir, tercatat ratusan kasus yang mayoritas berakhir fatal.

Salah satu kunci deteksi dini pada anak adalah dengan memantau frekuensi buang air kecil. Penurunan jumlah produksi urine serta jarangnya anak berkemih menjadi alarm kuat bahwa fungsi ginjal mereka sedang terganggu.

Sementara itu, melansir Detik, Spesialis urologi, dr. Hilman Hadiansyah, Sp.U, menegaskan bahwa perubahan pada urine sangat bergantung pada jenis gangguan yang dialami pasien.

1. Gagal Ginjal Penderita gagal ginjal umumnya mengalami penurunan volume urine yang drastis dibandingkan orang sehat. Selain sedikit secara kuantitas, warna urine juga cenderung keruh dan tidak jernih.

2. Batu Ginjal Berbeda dengan gagal ginjal, masalah batu ginjal seringkali ditandai dengan:
- Hematuria: Munculnya darah dalam urine.
- Passing Stone: Keluarnya butiran pasir atau batu kecil saat buang air kecil.
- Aroma Menyengat: Jika terjadi infeksi akibat batu, urine akan berbau sangat tajam dan tidak sedap.

Gejala batu ginjal ini biasanya dibarengi dengan nyeri di bagian pinggang, rasa tidak nyaman pada perut samping, hingga serangan nyeri hebat (kolik renal) jika ukuran batu cukup besar dan menyumbat saluran kemih.

(wiw) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]