7 Kebiasaan Sehat untuk Memperlambat Penuaan Tubuh

CNN Indonesia
Senin, 08 Jun 2026 04:30 WIB
7 Kebiasaan Sehat untuk Memperlambat Penuaan Tubuh
Ilustrasi. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperlambat penuaan tubuh. (iStockphoto/itakayuki)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Istilah awet muda kerap hanya dikaitkan dengan urusan kulit, wajah kencang, keriput samar, atau flek yang tak terlalu terlihat. Padahal, proses penuaan juga berlangsung di dalam tubuh, mulai dari otot, jantung, metabolisme, hingga fungsi otak.

Secara ilmiah, penuaan memang tidak bisa dihentikan sepenuhnya. Namun, sejumlah riset menunjukkan ada kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan penuaan biologis yang lebih lambat, fungsi tubuh yang tetap terjaga, serta masa hidup sehat yang lebih panjang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut sejumlah kebiasaan yang berperan dalam menjaga tubuh tetap sehat seiring bertambahnya usia:

1. Rutin bergerak, hindari terlalu lama duduk

Aktif bergerak menjadi salah satu faktor terkuat dalam penuaan sehat. Studi terhadap lebih dari 45.000 perempuan menunjukkan bahwa aktivitas fisik, baik intensitas ringan, sedang, maupun tinggi, berkaitan dengan peluang lebih besar mencapai penuaan yang sehat. Sebaliknya, kebiasaan duduk terlalu lama justru memperburuk kondisi tersebut.

2. Tidur cukup dan teratur

Tidur sering dianggap sepele, padahal berperan besar dalam proses penuaan. Kualitas dan durasi tidur menjadi salah satu penentu penuaan yang sehat.

Penelitian dalam The Lancet Healthy Longevity menunjukkan adanya hubungan antara tidur, aktivitas fisik, dan fungsi kognitif saat menua. Tidur yang cukup membantu proses regenerasi tubuh sekaligus menjaga fungsi otak.

3. Pola makan sehat dan antiinflamasi

Apa yang dikonsumsi sehari-hari turut memengaruhi proses penuaan. Pola makan antiinflamasi yang kaya sayur, buah, dan nutrisi seimbang dikaitkan dengan perlambatan penuaan serta penurunan risiko kematian.

Nutrisi juga menjadi faktor penting dalam mencegah penurunan fungsi tubuh, meski untuk manfaat spesifik seperti daya ingat, efeknya masih tergolong moderat.

4. Tidak merokok

Kebiasaan merokok termasuk yang paling jelas berdampak pada penuaan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan berhenti merokok sebagai bagian utama pencegahan penuaan.

Merokok berkaitan dengan epigenetic aging, yaitu perubahan biologis yang mempercepat proses penuaan sekaligus meningkatkan risiko berbagai penyakit.

5. Batasi konsumsi alkohol

Anggapan bahwa alkohol bisa membantu awet muda tidak didukung bukti kuat. Pola hidup sehat justru mencakup konsumsi alkohol yang rendah hingga sedang, atau bahkan tidak sama sekali. WHO menegaskan, semakin sedikit konsumsi alkohol, semakin baik bagi kesehatan.

6. Jaga hubungan sosial

Kesehatan sosial juga berpengaruh besar terhadap proses penuaan. Kesepian diketahui berkaitan dengan penurunan fungsi tubuh pada lansia.

Sebaliknya, hubungan sosial yang baik berkaitan dengan kesehatan mental dan kognitif yang lebih stabil. Interaksi sederhana, seperti bertemu atau berbicara rutin dengan orang terdekat, bisa memberi dampak besar.

[Gambas:Video CNN]

7. Lindungi kulit dari sinar matahari

Dari sisi penampilan, paparan sinar ultraviolet (UV) menjadi faktor utama penuaan kulit. Penggunaan tabir surya secara rutin membantu mencegah kerusakan akibat sinar matahari.

American Academy of Dermatology menegaskan, perlindungan dari UV dapat mengurangi keriput, flek, dan kulit kendur.

Dari berbagai temuan tersebut, satu hal menjadi jelas: tidak ada cara instan untuk memperlambat penuaan. Awet muda bukan hanya soal tampilan luar, melainkan bagaimana tubuh tetap berfungsi optimal seiring bertambahnya usia.

(anm/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]