Kuartal I 2026: Malaysia Kuasai Kunjungan Turis ke RI, Australia Ke-2

CNN Indonesia
Selasa, 05 Mei 2026 09:15 WIB
Angka kunjungan turis asing di kuartal 1 2026 melonjak 8,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekaligus menjadi capaian tertinggi sejak 2020.
Ilustrasi turis asing yang berkunjung ke Indonesia. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total kunjungan turis asing atau wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang Januari hingga Maret 2026 mencapai 3,44 juta kunjungan.

Angka kunjungan ini melonjak 8,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekaligus menjadi capaian tertinggi sejak 2020.

Khusus pada Maret 2026, tercatat ada 1,09 juta kunjungan wisman. Meski angka ini menyusut 17 persen dibanding Februari 2026 (m-to-m), namun secara tahunan (y-on-y) jumlahnya tetap tumbuh positif sebesar 10,50 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa penurunan kunjungan dari Malaysia dan Singapura dipicu oleh momentum Ramadan dan Idulfitri yang membatasi mobilitas warga di kedua negara tersebut.

Namun, di saat kunjungan negara tetangga melandai, wisatawan Australia justru melonjak drastis sebesar 21,67 persen.

"Kenaikan ini didorong oleh pembukaan dua rute penerbangan langsung Australia-Bali pada akhir Maret 2026. Bandara Ngurah Rai pun menjadi pintu masuk paling sibuk yang didominasi turis asal Australia," ujar Ateng, seperti dilansir Detik.

Berikut adalah tiga besar asal negara wisman pada Maret 2026:

- Malaysia: 17,4%
- Australia: 12,01%
- Singapura: 9,45%

Kualitas pariwisata Indonesia menunjukkan tren peningkatan. Hal ini terlihat dari rata-rata pengeluaran wisman yang menyentuh USD 1.345,60 (sekitar Rp21 juta) per kunjungan selama triwulan I 2026.

Durasi tinggal wisatawan pun lebih lama, yakni rata-rata 10,83 malam. Alokasi belanja mereka didominasi oleh tiga sektor utama, yakni akomodasi sebesar 37,23 persen, makan dan minum sebesar 20,7 persen, dan belanda cenderamata sebanyak 11,06 persen.

Sektor domestik justru menunjukkan ledakan luar biasa. Perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Maret 2026 menembus 126,34 juta perjalanan, naik tajam 38,63 persen dibanding bulan sebelumnya.

"Lonjakan ini dipicu oleh akumulasi long weekend, libur Nyepi, hingga puncak mudik Idulfitri. Kebijakan sistem kerja fleksibel (flexible working) juga berperan besar mendorong warga bepergian," jelas Ateng.

Provinsi dengan peningkatan pergerakan tertinggi tercatat di Jawa Tengah, Sumatera Barat, dan Kalimantan Barat. Secara total, pergerakan wisnus sepanjang kuartal pertama tahun ini mencapai 319,5 juta perjalanan.

Di sisi lain, jumlah warga Indonesia yang pergi ke luar negeri (wisnas) mencapai 793,16 ribu perjalanan pada Maret 2026. Malaysia masih menjadi tujuan favorit (29,73 persen), disusul Arab Saudi (13,79 persen) yang dipicu oleh perjalanan umrah dan musim haji, serta Singapura dan China.

Sementara itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang nasional berada di angka 42,78 persen. Meski naik secara tahunan, angka ini turun tipis dibanding Februari lalu karena faktor Ramadan.

"Saat Lebaran dan Ramadan, masyarakat lebih banyak menginap di rumah keluarga atau mudik ke kampung halaman ketimbang memilih hotel," pungkas Ateng.

Di sisi lain, provinsi dengan okupansi hotel tertinggi pada periode ini adalah Kalimantan Barat (55,7 persen), diikuti oleh Bali (52,54 persen).

(wiw) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]