WHO Duga Hanta Virus di Kapal Pesiar Menular antar Manusia

CNN Indonesia
Selasa, 05 Mei 2026 21:00 WIB
WHO mengonfirmasi kasus hantavirus di kapal pesiar. Dugaan penularan antarmanusia masih diselidiki, meski risiko global dinilai rendah.
Ilustrasi. Hanta virus di kapal pesiar. (iStockphoto/Md Saiful Islam Khan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kecurigaan terhadap potensi penularan antarmanusia dari virus langka kembali mencuat. World Health Organization (WHO) tengah menyelidiki wabah hantavirus yang terjadi di sebuah kapal pesiar yang terdampar di lepas pantai Cape Verde, Afrika Barat.

Dalam pernyataan resminya, WHO mengonfirmasi dua kasus hantavirus melalui uji laboratorium dan lima kasus lainnya masih berstatus dugaan. Dari total tujuh kasus tersebut, tiga di antaranya berujung kematian, satu pasien dalam kondisi kritis, dan tiga lainnya mengalami gejala ringan.

Wabah ini terjadi di atas kapal pesiar MV Hondius yang mengangkut 147 orang dari 23 kewarganegaraan, termasuk penumpang dari Inggris, Spanyol, dan Amerika Serikat, serta awak kapal dari Filipina. Kapal tersebut tengah berlayar dari Ushuaia, Argentina, menuju Cape Verde saat kasus mulai muncul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

WHO mencatat, gejala pertama kali muncul antara 6 hingga 28 April 2026. Penyakit ini ditandai dengan demam, gangguan pencernaan, dan dalam beberapa kasus berkembang cepat menjadi pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut, hingga syok.

Salah satu perhatian utama WHO adalah kemungkinan penularan antarmanusia. Meski hantavirus umumnya ditularkan melalui kontak dengan urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi, beberapa wabah sebelumnya menunjukkan potensi penularan antar manusia dalam kondisi tertentu.

Melansir AFP, kasus yang memicu kekhawatiran lebih lanjut adalah seorang penumpang yang meninggal setelah melakukan perjalanan udara dari Saint Helena ke Johannesburg pada 25 April. WHO kini berupaya menelusuri kontak para penumpang dalam penerbangan tersebut sebagai langkah pencegahan.

Sebelumnya, dua korban pertama adalah pasangan asal Belanda. Sang suami meninggal di atas kapal pada 11 April, sementara istrinya meninggal dunia setelah turun dari kapal di Saint Helena untuk mengurus pemulangan jenazah.

Kondisinya memburuk saat penerbangan menuju Afrika Selatan, sebelum akhirnya meninggal pada 26 April. Hasil tes PCR kemudian mengonfirmasi infeksi hantavirus.

Sementara itu, seorang penumpang asal Inggris dilaporkan masih dirawat intensif di Johannesburg. Dua awak kapal lainnya juga membutuhkan penanganan medis darurat.

Meski situasi ini menimbulkan kekhawatiran, WHO menegaskan bahwa risiko penyebaran secara global masih tergolong rendah. Organisasi tersebut menyatakan akan terus memantau perkembangan wabah dan melakukan investigasi lanjutan untuk memastikan sumber serta pola penularan virus.

Hantavirus sendiri merupakan penyakit langka namun berbahaya. Infeksi pada manusia dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius dan berpotensi fatal. Oleh karena itu, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama dalam situasi dengan paparan yang tidak biasa seperti di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar.

Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung, termasuk untuk memastikan apakah wabah ini benar melibatkan penularan antarmanusia-sebuah kemungkinan yang, jika terbukti, dapat mengubah pendekatan penanganan wabah ke depan.

(tis/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]