Catat Ya, Ini Jam Operasional Candi Borobudur Ketika Libur Waisak
PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWC) memberlakukan penyesuaian jam operasional bagi wisatawan umum saat puncak perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE pada Minggu, 31 Mei 2026.
Akses naik ke struktur Candi Borobudur dan pelataran akan ditutup total demi kelancaran prosesi ibadah.
Melansir informasi resmi dari story di akun Instagram @borobudurpark, berikut rincian jadwal dan pembatasan operasional yang perlu diperhatikan calon pengunjung:
Jadwal Operasional Selama Rangkaian Waisak
- 23 - 30 Mei 2026: Layanan operasional berjalan normal. Pengunjung tetap bisa naik ke area candi sesuai kuota dan ketentuan reguler.
- 31 Mei 2026 (Puncak Perayaan): Berlaku pembatasan akses bagi wisatawan umum.
Layanan yang DITUTUP untuk Umum (31 Mei):
- Kunjungan naik struktur Candi Borobudur.
- Kunjungan area Pelataran Candi.
- Paket wisata Borobudur Sunrise & Sunset.
- Layanan Dagi Abhinaya Picnic.
Ketentuan Kunjungan Reguler (31 Mei):
- Hanya diperbolehkan mengakses Area Taman (Zona 2).
- Jam operasional: 07.00 - 14.00 WIB.
- Setelah pukul 14.00 WIB, seluruh kawasan candi disterilkan dan hanya diperuntukkan bagi peserta serta tamu undangan perayaan Waisak.
Detik-Detik Waisak 2026
Puncak spiritual dari seluruh rangkaian ritual adalah momen "Detik-detik Waisak". Berdasarkan rilis Panitia Waisak Nasional, puncak tersebut dijadwalkan terjadi pada:
Minggu, 31 Mei 2026 pukul 15.44.44 WIB.
Momen sakral ini akan dilaksanakan di lapangan utama Candi Borobudur dengan diikuti oleh ribuan umat Buddha dari berbagai sangha.
Rangkaian Kegiatan Nasional
Sebelum mencapai puncak acara, terdapat rangkaian agenda penting yang dilaksanakan di berbagai lokasi:
1. 3 Mei: Karya Bakti di TMP seluruh Indonesia.
2. 23-24 Mei: Bakti Sosial Pengobatan Gratis.
3. 29 Mei: Pengambilan Api Dharma (Mrapen).
4. 30 Mei: Pengambilan Air Berkah (Jumprit).
5. 31 Mei: Puncak Perayaan dan Detik-detik Waisak.
Lihat Juga : |
Waisak 2570 BE/2026 mengusung tema 'Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan' dengan subtema 'Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia'.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyebutkan bahwa momentum ini merupakan saat yang tepat untuk memperkuat kerukunan nasional. Ia berharap nilai Dharma tidak hanya menjadi teks spiritual, melainkan landasan etika dalam berbangsa.
"Tema tahun ini sangat fundamental. Dharma harus menjadi pijakan moral kita. Dari sana, cinta kasih akan tumbuh menjadi dasar bagi perdamaian dunia," ujar Menag Nasaruddin.
(wiw)