Anak Sering Tantrum dan Susah Diatur? Bisa Jadi 7 Hal Ini Penyebabnya

CNN Indonesia
Senin, 18 Mei 2026 07:36 WIB
Sikap tantrum dan sulit diatur anak tak muncul tanpa alasan. Simak penyebab anak susah diatur yang jarang disadari orang tua.
Ilustrasi. Ada beberapa penyebab anak susah diatur yang perlu diketahui orang tua. (Istockphoto/ Nadezhda1906)

4. Perubahan besar dalam kehidupan anak

Perubahan dalam kehidupan anak dapat memengaruhi kondisi emosional dan perilakunya. Situasi seperti pindah rumah, masuk sekolah baru, kelahiran adik, atau perubahan pengasuh sering kali membuat anak merasa tidak nyaman dan sulit beradaptasi.

Ketika anak belum mampu memahami atau menerima perubahan tersebut, mereka bisa menjadi lebih sensitif, mudah marah, hingga sulit mengikuti aturan.

Oleh karena itu, orang tua perlu memberikan pendampingan, rasa aman, dan perhatian lebih agar anak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

5. Trauma dan pengalaman buruk

Trauma masa kecil juga dapat menjadi penyebab anak susah diatur. Anak yang pernah mengalami kekerasan, penelantaran, atau lingkungan keluarga yang tidak stabil biasanya kesulitan mengendalikan emosi.

Mereka cenderung mudah marah, agresif, dan sulit percaya pada orang lain. Anak juga bisa menganggap lingkungan di sekitarnya sebagai ancaman sehingga lebih defensif dan mudah memberontak.

Selain itu, anak yang kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang sehat seringkali mencari perhatian melalui perilaku negatif. Tanpa pendampingan yang tepat, kondisi ini dapat berdampak pada perkembangan emosional anak hingga dewasa.

6. Pola asuh yang kurang tepat

Ilustrasi ayah dan anak laki-lakiIlustrasi. Ada beberapa penyebab anak susah diatur yang jarang diketahui. (iStock/imtmphoto)

Pola asuh memiliki pengaruh besar terhadap perilaku anak. Banyak penelitian menunjukkan bahwa anak cenderung mengulangi perilaku yang mendapatkan perhatian dari orang tua.

Tanpa disadari, sebagian orang tua justru lebih fokus pada perilaku buruk dibandingkan perilaku baik anak. Misalnya, orang tua langsung bereaksi ketika anak menangis, marah, atau membangkang, tetapi jarang memberikan pujian saat anak bersikap baik.

Akibatnya, anak belajar bahwa perilaku negatif merupakan cara efektif untuk mendapatkan perhatian. Karena itu, penting bagi orang tua untuk lebih sering memberikan apresiasi ketika anak menunjukkan perilaku positif.

Selain itu, penerapan disiplin yang konsisten juga sangat penting. Jika anak melakukan perilaku berbahaya atau melanggar aturan, orang tua dapat menerapkan konsekuensi yang tegas namun tetap tenang dan tidak berlebihan.

7. Lingkungan keluarga yang tidak stabil

Lingkungan rumah sangat memengaruhi perilaku anak. Konflik keluarga, pola asuh yang tidak konsisten, perceraian orang tua, atau suasana rumah yang penuh tekanan dapat membuat anak menjadi lebih emosional.

Anak juga cenderung meniru cara orang tua menghadapi masalah. Jika mereka terbiasa melihat pertengkaran atau perilaku agresif, anak bisa menganggap hal tersebut sebagai respons yang normal.

Karena itu, penting bagi orang tua untuk menciptakan lingkungan yang aman, tenang, dan penuh perhatian.

Nah, itulah penyebab anak susah diatur yang perlu dipahami agar orang tua tidak langsung menyalahkan atau menghukum anak. 

(gas/asr) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2