"Puspa" Tandai 15 Tahun Desainer Ayu Dyah Andari Berkarya
Genap 15 tahun Ayu Dyah Andari bergelut di industri mode. 15 tahun tentu bukan waktu yang sedikit apalagi konsisten bertahan satu bidang. Pemilik jenama ADA ini pun merayakannya lewat pagelaran karya termasuk perilisan koleksi anyar bertajuk "Puspa: Aksara Hati".
Restoran Le Nusa di kawasan Jakarta Selatan pun disulap penuh dengan instalasi bunga. Menjejakkan kaki di sini serasa disambut untuk bersiap mengikuti sebuah perayaan karena dekorasi yang menyiratkan sebuah pesta pertunangan atau bahkan perkawinan.
Lihat Juga :Laporan dari Paris Yusuke Takahashi 'Merajut' Masa Depan Mode Lewat CFCL |
Namun hari itu jadi perayaan istimewa 15 tahun Ayu Dyah Andari terjun ke dunia mode. Busana-busana yang dipamerkan di beberapa sudut ruangan merangkum perjalanan panjang penuh dedikasi.
"Saya ingin membuat karya yang saya belum pernah buat, jadi ingin yang beda," ungkap Ayu dalam konferensi pers di Le Nusa, Jakarta Selatan, Kamis (7/5).
Konferensi pers pun diikuti trunk show untuk tiga look dari total 13 look dari koleksi adi busana terbaru bertajuk "Puspa: Aksara Hati".
Dua look busana mengusung warna pastel lembut dengan pink dan biru, sedangkan satu look terlihat 'bold' dengan warna maroon. Material velvet ditambah aksen bordir dan renda membuatnya kian terlihat mewah.
Dia bercerita koleksi mengambil inspirasi dari bunga-bunga Nusantara yakni, rafflesia, anggrek bulan, dan melati.
Pun menurut Ayu, ketiga bunga ini mewakili karakter perempuan Indonesia yang berani (rafflesia), anggun (anggrek) dan lembut (melati).
Tak hanya soal konsep yang mengusung nuansa Indonesia, ia juga menyematkan unsur lokal dengan mengadopsi liuk lekuk ukir Jepara. Ayu mengambil motif ukir pada gebyok atau penyekat ruangan khas Jawa. Gebyok juga umum digunakan sebagai latar pelaminan dalam pernikahan terutama pernikahan yang menggunakan adat Jawa.
Selain koleksi adi busana, Ayu juga merilis koleksi ready-to-wear dengan material utama berupa denim. Total terdapat 14 look untuk koleksi ready-to-wear.
Terdapat atasan berupa blus, jaket, vest, kemudian bawahan berupa celana panjang dan rok panjang. Denim sendiri sudah memberikan aksen dalam tampilan sehingga Ayu tidak banyak memberikan dekorasi pada koleksinya.
Ia banyak bermain dengan siluet lewat perpaduan opening atasan khas surjan atau kebaya janggan dan potongan asimetris. Kemudian disandingkan dengan material berbeda seperti katun polos dan motif garis yang memberikan kedalaman.
Rasanya selain menandai 15 tahun ia berkarya, pagelaran ini juga seperti ingin menyampaikan pada penikmat mode bahwa jenama ADA dan Ayu Dyah Andari masih ingin melanjutkan perjalanan di industri mode.
Ada upaya-upaya untuk tetap relevan dengan tren sekarang tapi tidak melupakan akar budaya. Ayu tetap berupaya mengawinkan desainnya dengan kultur Nusantara. Menuangkan gebyok pada busana bisa dibilang unik dan menarik.
(els)