Waspada Hantavirus dari Tikus, Gejalanya Mirip Flu Biasa

CNN Indonesia
Senin, 11 Mei 2026 06:16 WIB
IDAI mengimbau masyarakat waspada terhadap Hantavirus yang dibawa tikus. Terapkan PHBS dan hindari menyapu kering kotoran tikus.
Ilustrasi. Waspada hantavirus. (iStockphoto/Md Saiful Islam Khan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Belakangan ini, perhatian publik tertuju pada ancaman Hantavirus. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun mengingatkan masyarakat untuk memperketat kebersihan lingkungan. Pasalnya, hingga saat ini belum ada vaksin yang tersedia untuk menangkal virus tersebut.

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan agar masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan. Meski demikian, kewaspadaan harus tetap dijaga melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Tidak perlu macam-macam, karena virus seperti ini kita belum punya vaksinnya. Langkah terbaik adalah pencegahan," ujar Piprim dalam media briefing IDAI, Jumat (8/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter spesialis anak sekaligus pakar infeksi tropik IDAI, Dominicus Husada, menjelaskan bahwa Hantavirus umumnya dibawa oleh hewan pengerat, terutama tikus. Penularan terjadi melalui partikel virus yang terdapat pada urine, kotoran, hingga air liur tikus.

Risiko penularan akan meningkat drastis di ruangan tertutup yang terkontaminasi.

"Makin tertutup tempatnya, makin besar kemungkinan penularan jika ada tikus pembawa virus di sana. Penularan lewat kulit memang bisa terjadi, tapi jarang. Jalur utamanya tetap melalui hirupan (udara)," jelas Dominicus.

Ada satu catatan penting bagi Anda yang ingin membersihkan rumah yakni, jangan menyapu kering kotoran atau urine tikus. Cara ini justru berbahaya karena partikel virus bisa beterbangan dan terhirup ke paru-paru. Alih-alih menyapu, gunakanlah disinfektan untuk membasahi kotoran sebelum dibersihkan.

Kenali gejalanya: mirip flu biasa

Salah satu tantangan dalam menghadapi Hantavirus adalah gejalanya yang menyerupai flu atau selesma biasa. Beberapa gejala awal yang patut diwaspadai antara lain:

• Demam dan sakit kepala.

• Nyeri otot dan rasa lelah yang hebat.

• Tubuh terasa lemas dan terus-menerus ingin tidur.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan serius apabila menyerang paru-paru. Pada varian tertentu, infeksi ini juga berisiko merusak fungsi ginjal.

"Hantavirus tidak bisa dibedakan hanya dari gejala fisik karena keluhannya mirip penyakit lain. Perlu pemeriksaan laboratorium melalui tes darah untuk memastikan diagnosisnya," tambah Dominicus.

Daya tular lebih rendah dari campak

Meski terdengar menakutkan, Dominicus menenangkan masyarakat dengan membandingkan daya sebar Hantavirus dengan campak. Menurutnya, daya tular Hantavirus jauh lebih rendah.

Dalam istilah medis, campak memiliki basic reproduction number (angka penularan) sebesar 19-artinya satu orang bisa menulari 19 orang lainnya. Sementara itu, angka penularan Hantavirus sangatlah kecil. Selain itu, virus ini juga relatif jarang bermutasi dibandingkan virus lainnya.

[Gambas:Video CNN]

Sebagai penutup, Piprim kembali menekankan bahwa menjaga kebersihan adalah investasi kesehatan yang paling murah.

"Meneruskan perilaku hidup bersih dan sehat adalah upaya yang sangat murah namun efektif untuk mencegah berbagai penyakit menular, bahkan yang belum ada vaksinnya sekalipun," pungkasnya.

(anm/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]