Pulau Tertua di Bumi dan 'Keajaiban' yang Berada di Ambang Kepunahan

CNN Indonesia
Senin, 11 Mei 2026 18:30 WIB
Pulau Madagaskar, pulau tertua di dunia. (iStockphoto/Edwin Tan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Terombang-ambing sekitar 400 kilometer di lepas pantai Mozambik, Madagaskar berdiri tegak bukan sekadar sebagai pulau, melainkan fragmen sejarah planet yang masih tersisa.

Sebagai pulau tertua di bumi, Pulau Madagaskar menyimpan harta karun berupa keanekaragaman hayati unik yang tidak akan ditemukan di sudut mana pun di Bumi.

Seperti dilansir IFL Science, eksistensi Madagaskar dimulai dari pecahnya benua super kuno, Gondwana. Sekitar 150 hingga 160 juta tahun lalu, daratan ini memisahkan diri dari Afrika bersama dengan India. Namun, sekitar 84 hingga 91 juta tahun silam, India memutuskan untuk "membubarkan grup" dan bergerak menuju Asia.

Madagaskar pun tertinggal sendirian di tengah samudera. Isolasi selama puluhan juta tahun inilah yang memicu proses evolusi berjalan leluasa tanpa gangguan, menjadikan pulau ini sebagai laboratorium alam raksasa. Hasilnya? Sekitar 90% spesies yang menghuni Madagaskar merupakan hewan endemik.

Ikon paling tak terbantahkan dari Madagaskar adalah Lemur. Pulau ini menjadi rumah bagi sekitar 107 spesies primata tersebut, mulai dari yang populer seperti lemur ekor cincin, yang menginspirasi karakter Raja Julien, hingga primata terkecil di dunia, Lemur Tikus Madame Berthe, yang panjangnya hanya sekitar 9 centimeter.

Namun, di antara keunikan tersebut, terdapat spesies yang benar-benar eksentrik: Aye-aye. Primata ini memiliki tampilan fisik yang unik dengan telinga lebar dan jari tengah yang sangat panjang, alat alami yang digunakan untuk mengais larva dari sela-sela batang pohon.

Selain primata, Madagaskar memiliki karnivora puncak bernama Fossa. Sekilas, penampakannya menyerupai perpaduan antara puma dan musang dengan kemampuan memanjat pohon yang lihai berkat cakar yang bisa ditarik masuk (retractable).

Secara biologis, Fossa merupakan contoh nyata dari evolusi konvergen. Meski terlihat sangat mirip kucing (Feliformia), mereka sebenarnya berkerabat lebih dekat dengan garangan. Alam secara mandiri membentuk sifat fisik yang serupa agar mereka mampu bertahan di lingkungan yang mirip dengan predator kucing di benua lain.

Sayangnya, keajaiban evolusi ini berada di ambang kehancuran. Menurut data IUCN, lebih dari 3.500 spesies tumbuhan dan hewan di Madagaskar kini berada dalam kategori terancam punah.

Faktor pemicu kepunahan tersebut karena hilangnya habitat dan degradasi lahan, dampak perubahan iklim yang ekstrem, hingga perburuan liar serta perdagangan ilegal.

Situasi ini sangat kritis. Sebuah studi memperkirakan, jika seluruh mamalia yang saat ini terancam benar-benar punah, alam membutuhkan waktu sekitar 23 juta tahun untuk memulihkan tingkat keanekaragaman hayati Madagaskar ke kondisi semula.

Tanpa langkah konservasi yang masif, dunia berisiko kehilangan salah satu bab paling ikonis dalam sejarah kehidupan di planet bumi.

(wiw)


KOMENTAR

TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK