Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah yang Dikerjakan Jelang Idul Adha
Bulan Zulhijah menjadi salah satu bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada bulan ini, ada banyak amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan agar memperoleh pahala dan keberkahan.
Salah satu ibadah sunnah yang banyak dilakukan umat muslim ialah puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.
Puasa Tarwiyah adalah puasa yang ditunaikan pada 8 Zulhijah, sedangkan puasa Arafah ialah puasa yang dijalankan pada 9 Zulhijah.
Dua puasa tersebut dianjurkan bagi umat muslim yang tidak menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Amalan tersebut menjadi kesempatan untuk meningkatkan ibadah menjelang Hari Raya Iduladha.
Keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah pun sangat besar. Bahkan, terdapat beberapa hadis yang menjelaskan pahala dan keistimewaan dari puasa sunah ini.
Keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah
Mengutip buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian, setidaknya ada tiga keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah yang bisa diperoleh umat muslim.
1. Diampuni dosa setahun lalu dan setahun yang akan datang
Rasulullah Saw. bersabda, "Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR. Muslim).
Keutamaan ini juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Menjelang Iduladha, puasa Arafah bisa menjadi momen untuk membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.
2. Terbebas dari api neraka
Keutamaan yang kedua bisa terbebas dari api neraka. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw., "Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba-hamba dari api neraka lebih banyak daripada pada hari Arafah." (HR. Muslim).
Hari Arafah dikenal sebagai salah satu hari terbaik dalam Islam. Pada hari tersebut, Allah Swt. memberikan rahmat dan ampunan kepada banyak hamba-Nya.
Bagi umat muslim yang sedang berhaji, Hari Arafah menjadi waktu wukuf di Padang Arafah.
Sementara bagi umat muslim yang tidak berhaji, dianjurkan untuk mengerjakan puasa Arafah sebagai bentuk ibadah dan penghambaan kepada Allah.
3. Menjadi momen yang tepat untuk berdoa
Berikutnya, ketika menjalankan ibadah puasa Arafah, Anda sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa.
Pasalnya, Rasulullah pernah bersabda, "Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan, sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para nabi sebelumku adalah ucapan, 'Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai-in qadiir' (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah, kecuali Allah semata; tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu)." (HR. Tirmidzi).
Hadis tersebut menjelaskan bahwa Hari Arafah menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak doa dan dzikir kepada Allah Swt.
Maka itu, banyak orang memanfaatkan puasa Arafah sebagai waktu untuk bermuhasabah atau introspeksi diri. Mereka berdoa agar diberikan kesehatan, rezeki yang halal, keluarga yang harmonis, serta kehidupan yang lebih baik.
Lihat Juga : |
Amalan saat puasa Tarwiyah dan Arafah
Selain menahan lapar dan haus, ada beberapa amalan yang dapat dikerjakan agar ibadah terasa lebih maksimal, seperti:
- Memperbanyak doa dan dzikir
- Membaca Al-Qur'an
- Bersedekah kepada sesama
- Memperbanyak istighfar
- Menjaga ucapan dan perilaku
Amalan-amalan tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas ibadah selama bulan Zulhijah.
Itulah keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah yang dikerjakan sebelum Idul Adha. Semoga bermanfaat!
(san/fef)