Kemenkes Catat 21.101 Kasus Campak Sepanjang 2026

CNN Indonesia
Selasa, 04 Agu 2026 17:30 WIB
Ilustrasi. Kemenkes RI mencatat lebih dari 20 ribu kasus campak sepanjang 2026 hingga Agustus ini. (iStock/kipgodi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat lebih dari 20 ribu kasus campak sepanjang 2026.

Campak sendiri sempat jadi perhatian pada awal 2026 lalu. Kasus campak sempat mengalami lonjakan tinggi hingga menyebabkan sejumlah anak meninggal dunia.

Kemenkes kemudian melaporkan penurunan kasus campak hingga 93 persen pada medio Maret 2026. Meski demikian, kasus campak masih ditemukan di sejumlah wilayah hingga kini.

"Jadi, walau secara nasional angka sudah turun, tapi itu masih ada di beberapa tempat di negara kita [Indonesia]," ujar Direktur Imunisasi Kemenkes Indri Yogyaswari, Selasa (4/8), melansir detikhealth.

Berdasarkan laporan rutin surveilans PD31 per 1 Agustus 2026, tercatat sebanyak 21.101 kasus campak yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia. Angka ini perlu menjadi perhatian, mengingat penularan campak masih terjadi di sejumlah wilayah.

"Kalau tidak hati-hati, ini nanti juga bisa jadi potensi untuk merebak lagi kasusnya [campak]," tambah Indri.

Indri mengingatkan bahwa pada anak, penularan campak bisa terjadi di sekolah. Selanjutnya, penyakit itu dibawa ke rumah dan jadi pintu masuk penyakit untuk anggota keluarga.

Untuk itu, Indri kembali mengingatkan soal pentingnya vaksinasi. Dala mencegah penyebaran campak, Kemenkes mengusung program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) yang diselenggarakan pada Agustus dan November.

Selain itu, imunisasi juga dilakukan sebagai penguat atau booster. Meski sudah mendapatkan imunisasi lengkap saat balita, anak biasanya tetap membutuhkan booster.

"Supaya anak-anak kita dapat perlindungan yang sampai nanti dia dewasa itu sudah cukup kuat," katanya.

(asr)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK