Aksi Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong, Warganet Geram
Media sosial dihebohkan oleh video aksi sekelompok pendaki yang menggelar karaoke menggunakan pengeras suara atau speaker aktif di puncak Gunung Andong, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Aktivitas tersebut memicu kritik tajam dari warganet karena dinilai mengganggu ketenangan dan merusak esensi petualangan alam bebas.
Video berdurasi singkat tersebut menjadi perbincangan hangat setelah diunggah oleh akun Instagram @pendakilawas pada Minggu (17/5).
Dalam rekaman itu, terlihat seorang pemuda asyik bernyanyi menggunakan mikrofon di dekat sebuah warung, sementara di sekelilingnya berjejer rapat tenda-tenda pendaki lain yang sedang berkemah.
Gunung Andong yang terletak di Kecamatan Ngablak, Magelang, selama ini tersohor sebagai salah satu destinasi favorit yang ramah bagi pendaki pemula. Oleh karena itu, keberadaan fasilitas pengeras suara di titik tertinggi gunung tersebut langsung dipertanyakan publik.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Ketua Basecamp Taruna Jayagiri Jalur Sawit, Maisaro, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa perangkat suara tersebut sebenarnya merupakan fasilitas resmi yang disediakan oleh pihak pengelola, namun bukan untuk tujuan hiburan.
"Fungsi awal pengeras suara tersebut murni untuk menyebarkan informasi penting kepada para pendaki di puncak, seperti pengumuman barang hilang atau situasi darurat. Namun, dalam perkembangannya, fasilitas ini justru kerap disalahgunakan oleh pengunjung," ujar Maisaro, seperti dilansir Detik, Sabtu (16/5).
Ia menegaskan, insiden ini menjadi bahan evaluasi serius bagi pihak pengelola dan mitra terkait agar lebih tegas dalam mengawasi penggunaan alat elektronik di kawasan konservasi tersebut.
Langkah cepat juga diambil oleh pengelola jalur pendakian lainnya. Ketua Pengelola Basecamp Gunung Andong via Pendem, Marmin Udin, menyatakan pihaknya langsung melakukan investigasi lapangan bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Girimulyo untuk menindaklanjuti video yang beredar.
Puncaknya, Ketua LMDH Giri Mulyo, Handoko, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh polusi suara tersebut.
"Kami segenap elemen pengelola Gunung Andong, baik dari jalur Sawit, Pendem, Gogik, Palawi, LMDH, hingga para penjaga shelter di puncak, memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan akibat aktivitas karaoke yang belakangan ini menyita perhatian publik," tutur Handoko dalam keterangan resminya.
Berdasarkan hasil musyawarah darurat yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, otoritas setempat sepakat untuk menghapus segala bentuk aktivitas yang berpotensi merusak kondusivitas gunung.
"Melalui keputusan bersama, kami menetapkan bahwa seluruh kegiatan karaoke kini dilarang total. Aturan ini juga berlaku bagi aktivitas lain yang dapat mengusik ketenangan, kenyamanan, serta mencederai sikap saling menghormati di kawasan Gunung Andong," tegas Handoko.
Ke depan, pihak pengelola berkomitmen untuk melakukan pembenahan sistemik demi mewujudkan atmosfer pendakian yang aman, tertib, sekaligus menjaga kelestarian serta keasrian ekosistem alami Gunung Andong.
(wiw)