Dugaan Child Grooming di Sekolah Tangerang, Ini Jenis dan Dampaknya

CNN Indonesia
Senin, 18 Mei 2026 14:45 WIB
Kasus dugaan child grooming menyeret seorang kepala sekolah SMK swasta di Pamulang, Tangerang Selatan. Kenali jenis dan dampak child grooming lebih jauh.
Ilustrasi. Orang tua perlu tahu jenis dan dampak child grooming. (iStockphoto/tzahiV)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus dugaan child grooming menyeret seorang kepala sekolah SMK swasta di Pamulang, Tangerang Selatan.

Dalam kasus ini, pelaku diduga menjadikan seorang siswi yang dianggap fatherless sebagai korban. Pelaku dinilai memanfaatkan kondisi emosional korban untuk membangun kedekatan secara perlahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Child grooming kerap terjadi tanpa disadari. Untuk itu, setiap orang perlu tahu apa saja jenis-jenis child grooming dan dampaknya terhadap anak.

Menukil laman CPD Online College, child grooming adalah proses ketika seseorang dewasa membangun hubungan emosional dengan anak atau remaja untuk memanipulasi, mengeksploitasi, atau melakukan pelecehan seksual terhadap korban.

Proses ini bisa berlangsung dalam hitungan hari hingga bertahun-tahun. Pelaku dapat berasal dari lingkungan terdekat korban, seperti guru, pelatih, kerabat, senior organisasi, tokoh agama, hingga pasangan yang lebih tua.

Dalam banyak kasus, pelaku sengaja mencari anak yang dianggap rentan secara emosional, kesepian, kurang perhatian keluarga, atau sedang mengalami masalah psikologis.

Jenis child grooming

Berikut merupakan beberapa jenis child grooming pada anak yang perlu diwaspadai.

1. Emotional grooming

Grooming ini merupakan bentuk paling umum. Pelaku membangun hubungan emosional dengan korban melalui perhatian berlebihan, pujian, hingga menjadi tempat curhat.

Korban dibuat merasa dipahami oleh pelaku dibanding orang lain di sekitarnya. Dalam kasus tertentu, pelaku sengaja mencari anak yang sedang memiliki masalah keluarga atau merasa kesepian.

Pendekatan seperti ini sering sulit disadari karena terlihat seperti bentuk kepedulian biasa.

2. Online grooming

Ilustrasi kekerasan terhadap anakIlustrasi. Ada beberapa jenis child grooming yang perlu diketahui orang tua. (iStock/FatCamera)

Grooming juga banyak terjadi di media sosial, game online, hingga aplikasi chat. Pelaku bisa berpura-pura menjadi teman sebaya untuk mendapatkan kepercayaan korban. Setelah hubungan terbangun, pelaku mulai meminta foto pribadi, video, atau percakapan seksual.

Beberapa modus yang umum terjadi seperti, mengirim pesan intens setiap hari, meminta hubungan dirahasiakan, mengajak video call pribadi, meminta foto tubuh korban, hingga menggunakan ancaman setelah korban mengirim foto

3. Mentor grooming

Pendekatan ini biasanya dilakukan oleh figur yang memiliki posisi kuasa, seperti guru, kepala sekolah, pelatih olahraga, mentor, hingga tokoh agama.

Biasanya hal ini terjadi karena pelaku dianggap memiliki reputasi baik, sehingga lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari korban maupun lingkungan sekitar.

Dampak child grooming

Menurut Inhope, dampak grooming tidak berhenti saat hubungan manipulatif itu selesai. Banyak korban mengalami trauma jangka panjang hingga dewasa antara lain, seperti berikut:

- masalah kesehatan mental,
- PTSD,
- depresi,
- kecemasan,
- insomnia,
- melukai diri sendiri hingga keinginan bunuh diri,
- penurunan prestasi akademik,
- kesulitan berkonsentrasi.

Dengan adanya kasus child grooming yang terjadi di Tangerang menjelaskan bahwa manipulasi terhadap anak bisa terjadi di lingkungan pendidikan yang selama ini dianggap aman.

Grooming sering berlangsung perlahan dan terselubung, sehingga penting bagi orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak serta pola hubungan yang tidak sehat.

(nga/asr) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]