Kenapa Muncul Rasa Ingin Mengunyah saat Mengantuk?
Rasa kantuk terkadang bikin tubuh justru merasa lapar dan ingin mengunyah. Mengapa demikian?
Kopi boleh jadi jawaban bagi banyak orang untuk menangkal rasa kantuk. Tapi, bagi beberapa orang, alih-alih kopi, mengunyah ternyata lebih bisa bikin mata kembali melotot.
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasa kantuk pada dasarnya disebabkan oleh kombinasi antara akumulasi zat adenosin (utang tidur) dengan jam biologis tubuh.
Dalam beberapa hal, mengantuk juga bisa disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari. Misalnya, kualitas tidur yang buruk, makan terlalu banyak, kurang minum, hingga rasa lelah.
Dorongan untuk mengunyah saat mengantuk sering kali menjadi cara bawah sadar tubuh untuk mengatasi kelelahan.
Mengunyah sendiri merupakan proses menghancurkan makanan yang bukan hanya untuk membantu memperlancar pencernaan, tapi juga mengurangi stres dan menjaga fokus. Rasa mengantuk sering kali membuat tingkat fokus menurun.
Mengunyah dapat merangsang otot-otot wajah, meningkatkan aliran darah ke otak, dan memicu pelepasan neurotransmitter. Stimulasi fisik ini bertindak sebagai mekanisme untuk meningkatkan kewaspadaan dan melawan rasa kantuk.
Sebuah ulasan yang dipublikasikan dalam BioMed Research International menyebutkan, saat tubuh merasa lelah, otak mungkin menginginkan masukan sensorik untuk mengatur sistem saraf tetap terjaga dan fokus.
Selain itu, studi lain yang dipublikasikan dalam jurnal Physiology & Behaviour juga meneliti soal efek mengunyah untuk melawan kantuk. Studi menggunakan permen karet sebagai bahan untuk dikunyah.
Hasilnya, ditemukan bahwa mengunyah permen karet merangsang sistem saraf otonom yang dapat meningkatkan kewaspadaan.
Boleh-boleh saja sebenarnya memilih mengunyah saat mengantuk. Hanya saja, perhatikan apa yang dikunyah.
Pastikan agar pilihan makanan atau minuman tetap sehat. Hindari mengunyah camilan tinggi lemak dan kalori karena bisa berujung pada risiko peningkatan berat badan.
(asr) Add
as a preferred source on Google
