7 Tanda Lelah Mental, Ini yang Kamu Butuhkan

CNN Indonesia
Jumat, 22 Mei 2026 09:00 WIB
Ilustrasi. Lelah mental berbeda dengan lelah fisik. Kenali tanda lelah mental dan cara mengatasinya. (Farah Rafalani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lelah mental kerap disamakan dengan lelah fisik, padahal keduanya berbeda. Lelah mental lebih berkaitan dengan pikiran. Berikut tanda lelah mental dan apa yang perlu kamu lakukan.

Aktivitas yang melibatkan mental intens dalam waktu panjang dapat memicu kelelahan. Lelah mental bisa diartikan kondisi ketika otak menerima terlalu banyak stimulasi atau harus mempertahankan tingkat aktivitas yang intens tanpa istirahat.

Melansir dari Healthline, lelah mental bisa disebabkan sering bekerja atau belajar dalam waktu lama dengan sedikit atau tanpa istirahat. Kemudian bisa juga akibat menangani tanggung jawab besar atau memikirkan masalah, kekhawatiran, atau sumber stres lain.

Tanda lelah mental

Kamu musti mengenali tanda kelelahan mental guna mencegah keadaan semakin memburuk dan melakukan tindak lanjut yang sesuai.

1. Gampang marah atau tidak sabar

Kelelahan mental bisa membuat suasana hati buruk. Kamu bisa gampang tersinggung atau jengkel, bahkan lebih sering membentak orang. Saat mental lelah, mengendalikan emosi jadi hal yang sangat sulit dilakukan.

2. Pekerjaan tidak beres

Kamu kesulitan konsentrasi sehingga bisa mengganggu produktivitas. Motivasi pun menurun. Perhatian jadi gampang teralihkan sehingga pekerjaan tidak selesai tepat waktu. Kadang tugas-tugas kecil pun bisa terasa lebih berat.

3. Melamun

Tanpa sadar kamu sering melamun. Kamu pun jadi kurang memperhatikan suatu hal atau lambat bereaksi. Hal ini jelas berbahaya ketika sedang mengemudikan kendaraan.

4. Tidur kurang nyenyak

Anggapannya, rasa lelah membuat tidur lebih cepat dan nyenyak. Padahal ini tidak berlaku untuk semua orang.

Melansir dari WebMD, studi menunjukkan orang yang punya pekerjaan dengan beban kerja kognitif tinggi dilaporkan sering banyak mengalami gejala insomnia ketimbang mereka yang tidak punya pekerjaan yang melelahkan secara mental.

5. Melakukan hal-hal yang tidak sehat

Ilustrasi. Lelah mental bisa membuat orang dekat dengan hal-hal yang kurang menyehatkan termasuk mengonsumsi minuman beralkohol. (iStock / Rocketnews24)

Lelah mental membuat sebagian orang akrab dengan hal-hal yang tidak sehat seperti konsumsi minuman beralkohol, rokok, bahkan obat-obatan terlarang.

6. Sering khawatir

Kelelahan mental memicu sistem saraf simpatik sehingga kamu ada dalam mode "fight or flight".

Alarm berupa cemas memberitahu bahwa ada yang salah. Kamu sering panik atau khawatir sepanjang waktu.

7. Kebiasaan makan berubah

Lelah mental dapat memengaruhi nafsu makan. Kamu jarang ngemil, misal, lalu jadi sering ngemil tanpa memperhatikan apa yang dimakan.

Stres bisa membuatmu lebih ingin makan makanan manis, asin, atau berlemak. Namun sebaliknya, kamu bisa jadi tidak ingin makan apa-apa.

Cara mengatasi lelah mental

Setelah menemukan tanda-tanda kelelahan mental, lalu apa yang perlu dilakukan? Memperlakukan lelah mental tentu saja berbeda dengan lelah fisik. Berikut beberapa cara mengatasi lelah mental.

1. Eliminasi pemicu stres

Pemicu stres biasanya tidak bisa dihilangkan sepenuhnya tapi bisa dikurangi. Kewalahan dengan tanggung jawab pekerjaan? Coba minta bantuan rekan kerja atau delegasikan beberapa tanggung jawab pada rekan satu tim.

Sulit membagi waktu antara pekerjaan rumah tangga dengan pengasuhan? Kamu bisa menyewa tenaga bersih-bersih profesional atau meminta bantuan anggota keluarga untuk menjaga anak di beberapa kesempatan.

2. Istirahat

Kamu perlu istirahat untuk mengisi ulang energi dan mengurangi lelah mental. Istirahat dapat berarti mengosongkan jadwal dari tugas-tugas yang kurang penting, menyisihkan waktu untuk "me time", atau mengagendakan makan malam atau nonton bareng teman.

3. Praktik relaksasi

Ilustrasi. Salah satu cara mengatasi lelah mental adalah dengan teknik relaksasi. Kamu bisa mencoba melakukan yoga, tai chi, meditasi, atau teknik pernapasan tertentu. (Novianty Aulia Anjani)

Sejumlah teknik relaksasi terbukti dapat membantu kamu lebih tenang, menurunkan stres dan ketegangan. Teknik relaksasi contohnya, yoga, tai chi, pijat, atau bersantai sambil menghirup aroma terapi.

4. Tidur lebih banyak

Tidur mendukung kesehatan secara keseluruhan baik fisik, mental, maupun emosional. Usahakan untuk tidur selama 7-8 jam setiap malam agar lelah mental dan fisik berkurang.

Bangun rutinitas yang sehat dengan tidak banyak menghabiskan waktu di tempat tidur, mandi air hangat jelang tidur, relaksasi, dan mengganti gadget dengan buku.

5. Menulis gratitude journal

Coba fokuskan pikiran pada hal-hal yang dinikmati dalam hidup. Kamu bisa menuliskan hal-hal yang disyukuri dalam jurnal atau disebut gratitude journal.

Studi yang diterbitkan pada 2017 menemukan orang yang bersyukur dan melatih rasa syukur cenderung merasakan kebahagiaan lebih besar, lebih puas dalam hubungan, kesehatan fisik lebih baik, stres berkurang, dan kulit lebih baik.

6. Olahraga

Aktivitas fisik bisa berdampak positif terhadap suasana hati, tingkat energi, fungsi otak, juga kesejahteraan fisik secara keseluruhan.

Aktivitas fisik tidak perlu yang kompleks atau intensitas tinggi. Jalan cepat selama setengah jam saja sudah mampu meringankan suasana hati.

(els)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK