7 Jenis Garam Ini Ternyata Lebih Aman untuk Penderita Hipertensi

CNN Indonesia
Jumat, 22 Mei 2026 10:30 WIB
7 Jenis Garam Ini Ternyata Lebih Aman untuk Penderita Hipertensi
Ilustrasi. Garam. (iStock/Aygul Bulte)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Bagi penderita hipertensi, memilih jenis garam ternyata sama pentingnya dengan membatasi jumlah konsumsinya. Pasalnya, hampir semua jenis garam tetap mengandung sodium yang dapat memicu kenaikan tekanan darah jika dikonsumsi berlebihan.

Meski begitu, beberapa jenis garam dinilai lebih aman dibanding lainnya, terutama garam dengan kandungan sodium lebih rendah atau yang mengandung tambahan kalium.

Mengutip berbagai sumber, berikut jenis-jenis garam yang perlu diketahui penderita hipertensi agar tidak salah pilih:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Garam kalium

Melansir EatingWell, garam kalium menjadi salah satu jenis garam yang paling direkomendasikan untuk penderita hipertensi. Garam ini mengganti sebagian kandungan sodium dengan kalium sehingga dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Ahli gizi Amy Brownstein menjelaskan, kalium membantu tubuh membuang kelebihan sodium sekaligus membuat pembuluh darah lebih rileks.

2. Garam rendah sodium

Selain garam kalium murni, kini banyak tersedia garam rendah sodium yang merupakan campuran sodium dan kalium dalam jumlah tertentu.

Jenis ini dianggap lebih aman untuk penderita hipertensi karena rasa asinnya masih mirip garam biasa, tetapi kandungan sodium lebih rendah. Meski begitu, penggunaannya tetap dianjurkan secukupnya.

3. Garam meja

Garam meja atau garam dapur biasa merupakan jenis garam yang paling sering digunakan sehari-hari. Namun, jenis ini juga memiliki kandungan sodium paling tinggi, yakni sekitar 2.325 miligram per sendok teh.

Mengutip Times of India, konsumsi garam meja secara berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung karena membuat tubuh menahan lebih banyak cairan.

4. Sea salt

Banyak orang menganggap sea salt lebih sehat karena berasal dari air laut dan minim proses pengolahan. Namun, kandungan sodium di dalamnya tetap tinggi, yakni sekitar 1.872 miligram per sendok teh.

Meski mengandung sedikit mineral alami seperti magnesium dan kalium, jumlahnya dinilai terlalu kecil untuk memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan jantung.

5. Himalayan pink salt

Himalayan pink salt sering dianggap lebih sehat karena memiliki warna merah muda alami dan mengandung mineral tambahan.

Namun, para ahli menyebut manfaat tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap tekanan darah. Kandungan sodium Himalayan pink salt tetap cukup tinggi, yakni sekitar 1.680 miligram per sendok teh. Karena itu, penderita hipertensi tetap perlu membatasi konsumsinya.

6. Kosher salt

Kosher salt memiliki tekstur lebih kasar dan sering digunakan dalam masakan karena lebih mudah dikontrol saat memberi rasa.
Jenis ini mengandung sodium lebih rendah per sendok teh dibanding garam meja, yakni sekitar 1.120 miligram.

Namun, karena bentuknya lebih besar dan ringan, orang biasanya menggunakan lebih banyak sehingga total sodium yang masuk ke tubuh bisa tetap sama.

7. Bumbu alami

Para ahli menilai cara terbaik mengurangi risiko hipertensi bukan hanya mengganti jenis garam, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada rasa asin.

Brownstein menyarankan penggunaan rempah-rempah, bawang, lada, lemon, cuka, hingga bahan alami lain sebagai penambah rasa makanan.

Selain membantu mengurangi asupan sodium, cara ini juga membuat makanan tetap lezat tanpa membebani tekanan darah.

Meski dinilai lebih baik untuk hipertensi, garam kalium tidak disarankan untuk semua orang. Penderita penyakit ginjal, gangguan fungsi ginjal, atau orang yang mengonsumsi obat tekanan darah tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

(nga/tis) Add as a preferred
source on Google