Benjolan Gondok di Leher Bisa Hilang? Ini Penjelasannya

CNN Indonesia
Minggu, 07 Jun 2026 09:20 WIB
The girl clings to the inflamed salivary gland in which pain. Concept of salivary gland disease, mumps, cancer, copy space, retention cyst
Ilustrasi. Orang terkena gondongan. (iStockphoto/Henadzi Pechan)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Apakah benjolan gondok di leher bisa hilang? Pertanyaan ini kerap muncul saat seseorang menemukan benjolan di area leher yang terasa mengganggu atau menimbulkan rasa khawatir.

Salah satu penyebab benjolan di leher yang cukup umum adalah gondok, yakni pembesaran kelenjar tiroid. Kondisi ini dapat membuat leher tampak membesar dengan ukuran benjolan yang bervariasi.

Gondok bisa dialami siapa saja, tetapi lebih sering ditemukan pada orang berusia di atas 40 tahun. Penyebabnya pun beragam, mulai dari kekurangan yodium, peradangan kelenjar tiroid, hingga penyakit autoimun tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemungkinan benjolan gondok untuk mengecil atau hilang sangat bergantung pada penyebab, ukuran benjolan, serta kondisi kesehatan penderitanya. Karena itu, penting memahami faktor yang memengaruhi kondisi ini agar penanganannya tepat.

Dikutip dari Cleveland Clinic dan sejumlah sumber medis lainnya, berikut penjelasannya.

Apakah benjolan gondok di leher bisa hilang?

Pada beberapa kasus, benjolan gondok memang dapat mengecil bahkan hilang tanpa pengobatan khusus. Namun, kondisi ini tidak terjadi pada semua penderita.

Peluang benjolan untuk hilang sangat dipengaruhi oleh jenis dan penyebab yang mendasarinya. Benjolan yang bersifat jinak umumnya memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengecil dibandingkan benjolan yang berkaitan dengan gangguan medis serius.

Selain itu, benjolan yang berisi cairan biasanya lebih mudah menyusut secara alami dibandingkan benjolan padat.

Jika gondok disebabkan oleh kondisi sementara, seperti peradangan atau infeksi pada kelenjar tiroid, ukuran benjolan dapat berangsur mengecil seiring membaiknya kondisi tersebut.

Sebaliknya, bila gondok dipicu oleh gangguan jangka panjang seperti penyakit Graves, Hashimoto, atau kekurangan yodium yang tidak ditangani, benjolan umumnya tidak akan hilang dengan sendirinya dan memerlukan penanganan medis.

Fungsi hormon tiroid juga berpengaruh besar terhadap kondisi ini. Ketidakseimbangan hormon dapat membuat pembesaran kelenjar sulit mengecil tanpa terapi yang sesuai.

Meski sebagian kasus bisa membaik secara alami, penderita tetap disarankan menjalani pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab pastinya. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, meninjau riwayat kesehatan, hingga pemeriksaan penunjang seperti tes darah hormon tiroid, USG tiroid, dan biopsi bila diperlukan.

Melalui pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan apakah benjolan cukup dipantau atau membutuhkan terapi tertentu.

Karena itu, jika benjolan di leher tidak kunjung membaik atau disertai gejala lain seperti sulit menelan, suara serak, atau sesak napas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara menghilangkan benjolan gondok

Penanganan gondok disesuaikan dengan ukuran benjolan, gejala yang dialami, dan penyebab yang mendasarinya. Berikut beberapa metode yang umum dilakukan, mengutip thyroid cancer

1. Pemantauan rutin

Jika gondok berukuran kecil dan tidak menimbulkan keluhan, dokter biasanya hanya menyarankan pemantauan berkala. Selama periode ini, ukuran gondok dan fungsi kelenjar tiroid akan terus dievaluasi.

2. Obat hormon tiroid

Pada penderita hipotiroid, terapi pengganti hormon tiroid seperti levotiroksin dapat membantu menormalkan kadar hormon sekaligus mengurangi pembesaran kelenjar tiroid.

[Gambas:Video CNN]

3. Aspirasi jarum halus

Untuk benjolan yang berisi cairan, dokter dapat melakukan prosedur aspirasi jarum halus guna mengeluarkan cairan dari dalam benjolan. Tindakan ini dapat membantu mengecilkan ukuran benjolan secara signifikan.

4. Terapi yodium radioaktif

Terapi yodium radioaktif umumnya digunakan pada kasus hipertiroid. Metode ini bekerja dengan mengecilkan kelenjar tiroid melalui penghancuran sebagian sel tiroid yang terlalu aktif.

5. Operasi tiroid

Operasi atau tiroidektomi biasanya direkomendasikan bila gondok berukuran besar, menyebabkan gangguan menelan atau bernapas, menimbulkan masalah estetika, atau dicurigai sebagai kanker tiroid.

Prosedur ini dapat dilakukan dengan mengangkat sebagian maupun seluruh kelenjar tiroid.

Secara umum, peluang kesembuhan gondok cukup baik apabila penyebabnya diketahui dan ditangani sejak dini. Oleh karena itu, jangan abaikan benjolan di leher dan segera lakukan pemeriksaan medis untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

(gas/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]