Tokyo ke AS Cuma 2 Jam, Jepang Uji Coba Pesawat Penumpang Hipersonik

CNN Indonesia
Selasa, 26 Mei 2026 06:15 WIB
Ilustrasi pesawat hipersonik. (Screenshot via web reaction engines)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perlombaan teknologi penerbangan super cepat memasuki babak baru. Badan Penjelajahan Antariksa Jepang (JAXA) dilaporkan tengah mengembangkan pesawat jet penumpang hipersonik masa depan.

Pesawat jet penumpang hipersonik ini diklaim mampu melesat dua setengah kali lebih cepat daripada pesawat supersonik legendaris, Concorde.

Dalam uji coba terbaru yang mengejutkan industri dirgantara, para peneliti JAXA berhasil mensimulasikan kondisi penerbangan pada kecepatan Mach 5, atau setara dengan lima kali kecepatan suara.

Seperti dilansir Mirror berdasarkan laporan Interesting Engineering, pengujian ini dilakukan di dalam fasilitas uji mesin ramjet milik Pusat Antariksa Kakuda JAXA di Prefektur Miyagi. Model pesawat eksperimental ditempatkan di bawah tekanan simulasi atmosfer yang ekstrem.

Uji coba tersebut dinyatakan sukses besar setelah berhasil memvalidasi beberapa sistem krusial pesawat. Pesawat ini mampu bertahan di bawah suhu ekstrem yang melonjak mendekati 1.000°C akibat gesekan udara pada kecepatan Mach 5.

Selain itu, pesawat ini juga mampu menunjukkan stabilitas aerodinamis yang solid serta sistem pembakaran mesin pesawat yang bekerja konstan di bawah kondisi hipersonik.

Fase berikutnya dari program ambisius ini adalah memasang pesawat eksperimental tersebut pada roket pendorong untuk melakukan demonstrasi penerbangan Mach 5 sungguhan di atmosfer bumi dalam waktu dekat.

Jika proyek ambisius JAXA ini berhasil mengudara secara komersial, peta pariwisata dan bisnis global akan berubah drastis. Pesawat hipersonik ini mampu memangkas waktu tempuh penerbangan dari Tokyo menuju Amerika Serikat menjadi hanya 2 jam.

Sebagai perbandingan, penerbangan komersial konvensional saat ini membutuhkan waktu sekitar setengah hari (12 jam).

Kemampuan luar biasa ini dicapai berkat dua faktor utama. Jet Mach 5 ini akan melesat dengan kecepatan sekitar 3.300 mph (5.310 km/jam), atau enam kali lebih cepat dari pesawat penumpang biasa. Sementara Concorde yang pensiun pada tahun 2003 lalu hanya mentok di kecepatan Mach 2 (1.400 mph).

Pesawat ini akan terbang di lapisan stratosfer pada ketinggian 17 mil (sekitar 27 kilometer) di atas permukaan bumi, lebih dari dua kali lipat ketinggian jelajah pesawat komersial biasa untuk menghindari hambatan udara yang tebal.

Meskipun hasil uji coba di laboratorium ini sangat menjanjikan, masyarakat dunia masih harus bersabar untuk bisa membeli tiket dan menaiki pesawat ini.

"Mengembangkan pesawat konvensional saja biasanya membutuhkan waktu sekitar 10 tahun. Karena pengembangan pesawat penumpang hipersonik membutuhkan dua tahap demonstrasi, pesawat eksperimental diikuti oleh pesawat penumpang utuh, kami berharap pengembangannya dapat selesai dalam waktu sekitar 20 tahun ke depan," ujar Hideyuki Taguchi, profesor dari Tokyo University of Science, kepada Mainichi.

Jepang bukan satu-satunya negara yang bertarung dalam perlombaan ini. Di belahan bumi lain, badan antariksa AS (NASA) lewat pesawat eksperimental X-59 serta perusahaan penerbangan Boom Supersonic melalui jet XB-1 juga terus melakukan uji terbang demi mengatasi hambatan efisiensi bahan bakar dan meredam dentuman sonik (sonic boom) yang selama ini menjadi kelemahan utama pesawat super cepat.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK