Bukan Sekadar Perayaan, Ini Makna Hari Raya Waisak bagi Umat Buddha

CNN Indonesia
Sabtu, 30 Mei 2026 15:00 WIB
Waisak bukan sekadar perayaan, tetapi juga momen merenungkan kehidupan, memperbanyak kebajikan, dan meneladani ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Waisak merupakan hari raya yang suci bagi umat Buddha. Simak makna peringatan Waisak bagi umat Buddha yang merayakannya.

Hari Raya Waisak merupakan salah satu momen paling suci bagi umat Buddha di seluruh dunia.

Perayaan ini bukan sekadar hari besar keagamaan, tetapi juga menjadi waktu untuk merenungkan kehidupan, memperbanyak kebajikan, dan meneladani ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.

Kata Waisak berasal dari bahasa Pali "Vesakha" atau bahasa Sanskerta "Vaisakha", yang merupakan nama bulan dalam kalender Buddhis.

Umat Buddha juga menyebutnya sebagai Hari Raya Trisuci Waisak karena memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama yang diyakini terjadi pada hari yang sama saat bulan purnama.

Waisak biasanya diperingati saat bulan purnama di bulan Mei, meski tanggalnya bisa berubah setiap tahun mengikuti kalender Buddhis.


Makna hari Waisak bagi umat Buddha

Melansir dari berbagai sumber, simak makna hari raya Waisak bagi umat Buddha.

1. Memperingati kelahiran Pangeran Siddharta Gautama

Peristiwa pertama yang diperingati adalah kelahiran Siddharta Gautama di Taman Lumbini. Beliau lahir sebagai seorang pangeran yang kelak meninggalkan kehidupan mewah demi mencari jalan untuk mengakhiri penderitaan manusia.

Kelahiran Siddharta Gautama menjadi simbol harapan dan awal perjalanan menuju kebijaksanaan. Dari kisah hidupnya, umat Buddha belajar tentang kepedulian, pengorbanan, dan pencarian makna hidup yang sejati.


2. Memperingati tercapainya Penerangan Sempurna

Makna paling penting dalam Waisak adalah momen ketika Siddharta Gautama mencapai Penerangan Sempurna dan menjadi Buddha.

Peristiwa ini terjadi saat beliau bermeditasi di bawah pohon Bodhi. Penerangan Sempurna berarti terbebas dari keserakahan, kebencian, dan kebodohan.

Bagi umat Buddha, peristiwa ini menjadi inspirasi untuk terus memperbaiki diri, mengendalikan emosi, dan menjalani hidup dengan penuh kesadaran.

Waisak mengajarkan bahwa setiap manusia dapat menjadi pribadi yang lebih baik melalui kesabaran, kebajikan, dan latihan batin.


3. Memperingati wafatnya Buddha Gautama

Peristiwa ketiga adalah Maha Parinibbana atau wafatnya Buddha Gautama. Meski meninggal dunia, ajaran Buddha tetap hidup dan terus diwariskan hingga sekarang.

Momen ini mengingatkan umat Buddha bahwa semua yang ada di dunia bersifat tidak kekal. Karena itu, manusia diajak untuk hidup dengan bijaksana, menghargai waktu, dan memperbanyak perbuatan baik selama hidup.


Makna Waisak dalam kehidupan sehari-hari

Waisak bukan hanya tentang perayaan keagamaan, tetapi juga pengingat untuk hidup dengan cinta kasih dan kedamaian. Melalui Waisak, umat Buddha diajak untuk lebih sabar, rendah hati, serta memperlakukan semua makhluk hidup dengan baik.

Pesan utama Waisak adalah bahwa kebencian tidak akan hilang dengan kebencian, melainkan dengan kasih sayang dan pengampunan.

Nilai inilah yang membuat Waisak menjadi momen penuh makna, tidak hanya bagi umat Buddha, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin hidup lebih damai dan penuh kebaikan.

Saat perayaan Waisak, umat Buddha biasanya datang ke vihara untuk melakukan puja bakti, meditasi, dan doa bersama.

Banyak juga yang melakukan kegiatan sosial seperti donor darah, berbagi makanan, membantu orang membutuhkan, hingga menjaga kebersihan lingkungan.

Di Indonesia, perayaan Waisak terbesar biasanya digelar di Candi Borobudur. Ribuan umat Buddha berkumpul untuk mengikuti kirab Waisak, meditasi, hingga pelepasan lampion yang menjadi simbol harapan dan kedamaian.

Selain itu, umat Buddha juga dianjurkan menjalankan nilai-nilai moral seperti tidak berbohong, tidak menyakiti makhluk hidup, tidak mencuri, dan menjauhi perbuatan buruk lainnya.

Demikian adalah makna hari raya Waisak bagi umat Buddha yang ternyata penuh makna. Semoga bermanfaat.

(sac/fef)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK