Kandungan Kafein Matcha vs Kopi, Mana yang Lebih Tinggi?

CNN Indonesia
Senin, 08 Jun 2026 16:00 WIB
Tak sedikit orang yang belum tahu soal perbedaan kandungan matcha vs kopi. (bhofack2/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banyak orang mengandalkan minuman berkafein untuk membantu meningkatkan energi dan fokus selama beraktivitas.

Di antara berbagai pilihan yang tersedia, kopi dan matcha menjadi minuman yang paling populer. Lalu, kandungan kafein matcha vs kopi, mana yang lebih tinggi?

Meski sama-sama mengandung kafein, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda dalam cara memberikan efek pada tubuh. Selain itu, proses pembuatan, kandungan nutrisi, hingga manfaat kesehatannya pun tidak sama.

Kopi sering menjadi pilihan utama untuk dorongan energi instan, sementara matcha dikenal memberikan energi yang lebih stabil dan bertahan lebih lama. Perbedaan ini membuat banyak orang tertarik memahami keunggulan masing-masing minuman.

Lalu, sebenarnya mana yang memiliki kadar kafein lebih tinggi? Ini penjelasan kandungan kafein matcha vs kopi, dihimpun dari Medical News Today dan sumber lainnya.

Kandungan kafein matcha vs kopi

Matcha merupakan teh hijau bubuk yang dibuat dari daun tanaman Camellia sinensis yang ditanam dengan metode khusus. Sebelum dipanen, tanaman matcha ditutupi dari sinar matahari selama beberapa minggu.

Teknik ini meningkatkan produksi klorofil, asam amino, serta kadar kafein pada daun teh. Berbeda dengan teh hijau biasa yang hanya diseduh, matcha dikonsumsi dengan cara mencampurkan bubuk daun teh langsung ke dalam air.

Karena seluruh bagian daun ikut dikonsumsi, kandungan nutrisi dan kafein yang masuk ke tubuh menjadi lebih tinggi. Secara umum, matcha mengandung sekitar 19-44 mg kafein per gram bubuk.

Jika satu sajian menggunakan 2 gram bubuk matcha, maka kandungan kafeinnya berkisar antara 38-88 mg per cangkir. Pada penyajian yang lebih kuat dengan 4 gram bubuk, kadar kafein dapat mencapai sekitar 75-178 mg per cangkir.

Sementara itu, biji kopi mengandung sekitar 10-12 mg kafein per gram. Namun, satu cangkir kopi umumnya dibuat menggunakan 7-10 gram bubuk kopi.

Karena jumlah bahan yang digunakan lebih banyak, rata-rata secangkir kopi mengandung sekitar 95 mg kafein atau bahkan lebih, tergantung jenis biji kopi dan metode penyeduhannya.

Berdasarkan rata-rata penyajian, kopi biasanya memiliki kandungan kafein lebih tinggi dibandingkan matcha. Namun jika dibandingkan per gram bahan baku, matcha justru mengandung lebih banyak kafein daripada biji kopi.

Ilustrasi. Perbandingan kandungan kafein matcha vs kopi. (eliasfalla/Pixabay)

Meski demikian, efek kafein yang dirasakan tidak hanya ditentukan oleh jumlahnya. Matcha mengandung L-theanine, yaitu asam amino yang membantu memberikan efek relaksasi sekaligus meningkatkan konsentrasi.

Kombinasi antara kafein dan L-theanine membuat energi dari matcha dilepaskan secara lebih bertahap. Sebaliknya, kafein pada kopi diserap tubuh dengan lebih cepat sehingga menghasilkan lonjakan energi yang terasa hampir seketika.

Inilah alasan mengapa banyak orang memilih kopi sebagai minuman untuk mengatasi rasa kantuk di pagi hari. Namun, pelepasan energi yang cepat tersebut juga dapat diikuti dengan penurunan energi beberapa jam kemudian.

Nah, itulah perbandingan kandungan kafein matcha vs kopi. Dengan memahami karakteristik keduanya, Anda dapat memilih minuman yang paling sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan harian.

(gas/fef)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK