2 Pramugari Mabuk Bikin Penerbangan Delay, Japan Airlines Minta Maaf

CNN Indonesia
Jumat, 29 Mei 2026 12:30 WIB
Ilustrasi pesawat maskapai Japan Airlines.
Ilustrasi pesawat maskapai Japan Airlines. (iStockphoto/viper-zero)
Jakarta, CNN Indonesia --

Maskapai penerbangan nasional Japan Airlines (JAL) kembali menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik setelah dua pramugarinya terpaksa didepak dari jadwal penerbangan akibat pelanggaran aturan konsumsi alkohol.

Insiden ini mengakibatkan penundaan atau delay penerbangan domestik dan mencoreng reputasi maskapai yang baru saja dinobatkan sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

Kasus ini menjadi pukulan telak bagi JAL, mengingat manajemen maskapai saat ini sebenarnya berada di bawah pengawasan ketat dan perintah khusus dari Kementerian Transportasi Jepang terkait rentetan skandal alkohol pegawainya yang berulang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insiden bermula ketika kedua pramugari tersebut, salah satunya menjabat sebagai kepala pramugari (chief purser), bertugas dalam penerbangan menuju Hiroshima pada 22 Mei 2026. Setibanya di kota tujuan, keduanya melanjutkan malam dengan minum alkohol di hotel tempat mereka menginap.

Namun, aktivitas tersebut melanggar aturan internal JAL yang sangat ketat. Dalam regulasi JAL, karyawan hanya diizinkan mengonsumsi alkohol maksimal 12 jam sebelum jadwal dinas terbang, dengan batasan maksimal empat takaran minuman.

Seperti dilansir Asahi Shimbun, kedua kru tersebut dijadwalkan terbang kembali keesokan paginya menggunakan pesawat Flight JL252 dengan rute Hiroshima menuju Bandara Haneda, Tokyo, membawa 193 penumpang dan kru.

Drama penangkapan kru ini terjadi sebelum pesawat lepas landas. Salah satu pramugari mengaku tidak fit untuk menjalankan tugas akibat pengaruh alkohol dan langsung dicopot dari daftar manifes.

Sementara itu, sang chief purser terbukti melakukan tindakan indisipliner berat. Ia sengaja mengabaikan dan melewati prosedur tes alkohol awal yang wajib dilakukan di hotel, meskipun rekan kerja yang lebih junior sudah berulang kali mengingatkannya.

Chief purser tersebut tetap nekat melenggang menuju bandara. Namun, kedoknya runtuh saat wajib menjalani tes alkohol formal di pos pemeriksaan bandara, di mana alat detektor (breathalyzer) menunjukkan hasil positif mengandung alkohol.

Pihak JAL terpaksa bergerak cepat mencari kru pengganti secara mendadak, yang akhirnya memicu penundaan penerbangan selama 40 menit.

Dalam konferensi pers resmi, Chief Safety Officer sekaligus Direktur JAL, Yukio Nakagawa, mengakui adanya kelemahan dalam budaya kerja internal perusahaan yang berkontribusi pada lolosnya pelanggaran ini.

"Kami menduga hubungan hierarki yang terlalu kaku di dalam kabin membuat pramugari junior merasa sungkan atau tidak berdaya untuk menghentikan tindakan salah yang dilakukan oleh atasannya (chief purser)," ujar Nakagawa.

Melalui pernyataan tertulis resmi, manajemen JAL menyatakan penyesalan yang mendalam atas runtuhnya kepercayaan publik akibat rentetan insiden memalukan ini.

Pihak maskapai kini telah melaporkan kasus tersebut ke Kementerian Transportasi Jepang yang tengah melakukan penyelidikan menyeluruh. Manajemen JAL berkomitmen untuk segera memperkuat langkah-langkah pencegahan secara radikal di seluruh lini organisasi demi memastikan kepatuhan total tanpa celah di masa mendatang.

(wiw) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]