Sempat Dilanda Hantavirus, Kapal Pesiar MV Hondius Boleh Berlayar Lagi

CNN Indonesia
Selasa, 02 Jun 2026 17:45 WIB
Kapal pesiar MV Hondius yang sempat dihantam hantavirus kini telah diizinkan untuk berlayar lagi. (AFP/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kapal pesiar mewah MV Hondius akhirnya resmi mengantongi izin untuk kembali berlayar pada pertengahan bulan ini. Keputusan tersebut keluar setelah otoritas kesehatan masyarakat Belanda menyatakan kapal tersebut telah dinyatakan steril dan bersih total dari wabah mematikan Hantavirus.

Pihak operator, Oceanwide Expeditions, mengonfirmasi bahwa seluruh jadwal pelayaran reguler kapal terhitung sejak 13 Juni 2026 ke depan akan berjalan normal sesuai rencana. Manajemen juga menegaskan tidak akan ada lagi gangguan atau penundaan logistik pada armada MV Hondius.

Tragedi bermula pada April 2026 ketika kapal MV Hondius sedang melakukan pelayaran transatlantik dari Argentina menuju Cape Verde. Di tengah samudra, kapal ekspedisi ini dihantam wabah parah Hantavirus.

Otoritas medis mencatat serangan virus ini memicu dampak fatal di atas kapal di mana sebanyak 3 orang penumpang dinyatakan meninggal.

Selain itu, dalam kapal pesiar tersebut juga sedikitnya 13 orang dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut.

Sebagai informasi, Hantavirus merupakan kelompok virus berbahaya yang dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus. Penularan ke manusia umumnya terjadi melalui kontak langsung atau menghirup partikel udara yang tercemar dari kotoran, air liur, maupun urin tikus yang terinfeksi.

Gejalanya meliputi demam tinggi, menggigil, dan nyeri otot ekstrem yang baru muncul dalam kurun waktu satu hingga delapan minggu pascakontak.

Melansir The Independent, sebelum diizinkan kembali berlayar, rencana keberangkatan MV Hondius dari pelabuhan Rotterdam menuju Vlissingen sempat tertahan lama.

Hal ini terjadi karena Dinas Kesehatan Masyarakat Belanda (GGD Rotterdam-Rijnmond) mewajibkan prosedur dekontaminasi tambahan yang super ketat.

Namun, dalam pembaruan data medis pada 30 May 2026, GGD menyatakan kapal tersebut sudah aman 100 persen dari risiko biologis.

"Dari perspektif kesehatan masyarakat, saat ini sudah tidak ada lagi hambatan untuk mengoperasikan kembali kapal Hondius. Hal ini terbukti dari hasil inspeksi akhir pada Jumat, 29 Mei 2026.

Pakar pencegahan infeksi kami memastikan bahwa proses disinfeksi telah selesai dan dieksekusi sesuai pedoman ketat," tulis pernyataan resmi GGD Rotterdam.

Pasca-wabah, manajemen langsung memulangkan seluruh kru asli dari pelayaran maut tersebut. Kapten kapal, Jan Dobrogowski, dievakuasi khusus menuju Polandia menggunakan transportasi medis terisolasi, sementara staf asal Belanda diminta menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

Penanganan ketat juga diberlakukan oleh Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA). Pada 10 Mei lalu, UKHSA memerintahkan 22 penumpang kapal asal Inggris dan Asia untuk dikarantina ketat di Rumah Sakit Arrowe Park, Wirral.

Hingga akhir Mei 2026, sebanyak 16 orang di antaranya telah diizinkan keluar dari rumah sakit untuk melanjutkan sisa masa isolasi wajib selama 45 hari di kediaman pribadi masing-masing guna memastikan virus benar-benar tidak menyebar di komunitas lokal.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK