Yungas Road, 'Jalan Kematian' yang Terus Telan Korban Turis Asing

CNN Indonesia
Rabu, 03 Jun 2026 09:45 WIB
Yungas Road di Bolivia, jalur yang dijuluki 'Jalan Kematian' karena telah banyak memakan korban jiwa. (AFP/AIZAR RALDES)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah jalur pegunungan bisa saja diperbarui dengan pagar pengaman, rambu-rambu canggih, dan rekayasa teknik sipil yang mumpuni. Namun, semua itu tidak akan pernah bisa menghentikan nekatnya para turis yang kecanduan berburu hormon adrenalin demi sebuah konten media sosial.

Itulah gambaran nyata dari Yungas Road, jalur legendaris di Bolivia yang dunia kenal dengan julukan mengerikan: "Death Road" atau Jalan Kematian.

Melansir Motor Biscuit, bagi warga lokal Bolivia, jalan ini adalah mimpi buruk masa lalu yang kini wajib dihindari. Namun berkat algoritma Instagram dan tren wisata ekstrem, ribuan turis asing justru mengantre setiap tahunnya untuk menantang maut di Jalan Kematian.

Bahkan, beberapa turis asing di antaranya harus berakhir dengan nyawa yang melayang jatuh ke jurang di jalanan angker tersebut.

Bolivia merupakan negara pedalaman di Amerika Selatan yang merdeka sejak 1825. Memiliki bentang alam yang ekstrem mulai dari Pegunungan Andes yang tertutup salju hingga hutan hujan Amazon yang lebat, negara ini sempat kesulitan membangun konektivitas wilayah.

Pada era 1930-an, pemerintah setempat akhirnya nekat memahat tebing bebatuan curam untuk membangun Yungas Road. Jalur ini menjadi satu-satunya urat nadi yang menghubungkan pusat pemerintahan di La Paz menuju wilayah utara, Yungas, yang berada di dalam kawasan Amazon.

Spesifikasi jalan ini sangat tidak masuk akal untuk standar keselamatan modern. Jalanan berliku ini menurun tajam sejauh 11.500 kaki (sekitar 3,5 kilometer) hanya dalam jarak 40 mil (64 km).

Di banyak titik ekstrem, lebar jalan tidak sampai 10 kaki (kurang dari 3 meter), tanpa pembatas jalan. Berbeda dengan wilayah Bolivia lainnya, di jalan ini kendaraan wajib berjalan di sisi kiri.

Tujuannya agar pengemudi bisa melihat langsung seberapa dekat roda kendaraan mereka dengan bibir jurang yang menganga.

Diperparah dengan curah hujan tinggi, kabut tebal yang mendadak turun, serta erosi tanah yang konstan, Yungas Road dinobatkan sebagai salah satu jalan paling mematikan di bumi. Pada tahun 1983, sebuah bus jatuh ke dasar lembah dan menewaskan lebih dari 100 penumpang dalam sekali insiden.

Bank Pembangunan Antar-Amerika (IDB) resmi menggelarinya sebagai jalan paling berbahaya di dunia pada tahun 1995 akibat estimasi korban jiwa yang mencapai 200 hingga 300 pengemudi per tahunnya.

Menyadari jalur tersebut terlalu mematikan, Pemerintah Bolivia menghabiskan waktu 20 tahun untuk membangun jalur alternatif. Pada tahun 2006, sebuah mahakarya teknik sipil modern berhasil diselesaikan: jalan aspal dua jalur yang aman, melintasi puncak-puncak gunung dengan pengamanan penuh.

Seketika itu juga, "Death Road" ditinggalkan oleh warga lokal yang waras. Jalur lama tersebut menjadi usang dan mati bagi aktivitas transportasi logistik harian.

Saat ini, bagian atas Death Road hampir bersih dari lalu lintas kendaraan roda empat. Namun, kekosongan itu langsung diisi oleh sekitar 25.000 turis mancanegara yang datang setiap tahun.

Mayoritas dari mereka adalah pesepeda gunung yang mencari sensasi meluncur cepat di atas jalan kerikil curam yang langsung berbatasan dengan jurang tanpa batas.

Bagi pesepeda profesional yang berpengalaman, meluncur di jalan kerikil mungkin terdengar mudah. Namun, margin kesalahan di Death Road adalah nol. Angka kematian turis terus merangkak naik secara konstan.

Salah satu operator tur ekspedisi sepeda terkemuka, Barracuda Biking, bahkan mengakui secara terbuka bahwa sedikitnya 18 pesepeda dari grup mereka tewas di jalur tersebut sejak 1998.

Media lokal La Razón juga sempat merilis laporan mengerikan di mana dalam satu tahun kalender saja, terjadi 114 kecelakaan yang merenggut nyawa 42 orang turis di jalur maut tersebut.

Kendati maut terus mengintai di balik kabut tebal Andes, pesona magis "Death Road" tampaknya masih terlalu seksi untuk dilewatkan oleh para pemburu nyali dunia.

(wiw)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Transaksi Cashless Bagi Turis Asing

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK