7 Ciri-ciri Orang yang Mengalami Stres dan Cara Mengatasinya
4. Menurunnya gairah seksual
Tidak banyak yang menyadari bahwa stres juga dapat memengaruhi kehidupan intim seseorang. Tekanan yang berkepanjangan dapat mengganggu keseimbangan hormon sehingga menurunkan gairah seksual.
Selain itu, pikiran yang terus dipenuhi kekhawatiran membuat seseorang sulit menikmati momen kebersamaan dengan pasangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara mengatasinya:
- mengurangi sumber stres dalam kehidupan sehari-hari,
- menjaga pola hidup sehat,
- berolahraga secara rutin,
- membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan pasangan.
5. Sulit berkonsentrasi dan mudah lupa
Kesulitan fokus saat bekerja atau belajar juga termasuk ciri ciri orang yang mengalami stres. Hormon stres yang meningkat dapat memengaruhi kemampuan otak dalam menyimpan dan mengingat informasi.
Akibatnya, seseorang menjadi lebih sering lupa, sulit mengambil keputusan, atau merasa pikirannya tidak fokus.
Cara mengatasinya:
- mengonsumsi makanan bergizi seimbang,
- menjaga kualitas tidur,
- menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol,
- melatih otak dengan membaca atau aktivitas yang merangsang konsentrasi.
6. Muncul perilaku kompulsif
Ilustrasi. Perilaku kompulsif, salah satu ciri-ciri orang yang mengalami stres. (Istockphoto/fizkes) |
Sebagian orang menunjukkan respons stres melalui perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang dan sulit dikendalikan. Contohnya adalah terus memeriksa sesuatu, membersihkan secara berlebihan, atau melakukan kebiasaan tertentu untuk meredakan kecemasan.
Dalam beberapa kasus, stres juga dapat meningkatkan risiko perilaku adiktif.
Cara mengatasinya:
- menjalani pola hidup sehat,
- mengelola stres melalui aktivitas positif,
- mengurangi paparan pemicu kecemasan,
- mencari bantuan profesional jika perilaku tersebut mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.
7. Perubahan suasana hati yang cepat
Perubahan mood yang tiba-tiba merupakan salah satu ciri-ciri orang yang mengalami stres yang cukup umum. Seseorang bisa merasa bahagia pada satu waktu, kemudian menjadi sedih, marah, atau cemas dalam waktu singkat tanpa alasan yang jelas.
Perubahan suasana hati ini sering kali muncul karena tubuh dan pikiran sedang berusaha beradaptasi dengan tekanan yang berlangsung terus-menerus.
Cara mengatasinya:
- memastikan waktu tidur yang cukup setiap hari,
- meluangkan waktu untuk menikmati alam,
- menjaga hubungan sosial yang positif,
- mempraktikkan mindfulness dan latihan kesadaran diri.
Meskipun begitu, stres merupakan bagian dari kehidupan yang sulit dihindari. Namun, mengenali ciri ciri orang yang mengalami stres sejak awal dapat membantu mencegah dampak yang lebih serius terhadap kesehatan mental maupun fisik.
Jika gejala yang muncul berlangsung dalam waktu lama atau semakin mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan pengelolaan yang baik, stres dapat dikendalikan sehingga kualitas hidup tetap terjaga.
(gas/asr) Add
as a preferred source on Google


