7 Ciri Anak Percaya Diri, Bisa Terlihat dari Perilakunya Sehari-hari

CNN Indonesia
Minggu, 07 Jun 2026 07:40 WIB
Ilustrasi. Kepercayaan diri anak tidak selalu muncul dalam bentuk yang besar, kadang tanda-tandanya justru tampak dari hal-hal sederhana. (iStock/Rifka Hayati)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepercayaan diri menjadi salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak. Anak yang percaya diri biasanya lebih mudah terlihat dari kesehariannya.

Orang tua perlu memahami bahwa kepercayaan diri anak tidak selalu muncul dalam bentuk yang besar, kadang tanda-tandanya justru tampak dari hal-hal sederhana.


Sejumlah penelitian menunjukkan kepercayaan diri pada anak berkaitan dengan motivasi belajar, kemampuan sosial, ketahanan saat menghadapi kegagalan, hingga cara anak menilai dirinya sendiri.

Berikut tujuh ciri anak percaya diri yang bisa terlihat sehari-hari, dikutip dari berbagai sumber.


1. Berani mencoba hal baru

Anak yang percaya diri biasanya lebih berani mencoba hal baru, meski tetap bisa merasa gugup. Mereka tidak langsung menghindar hanya karena takut salah atau takut gagal.

Mengutip studi Developing Traits of Self-Confidence and Intrinsic Motivation, anak dengan kepercayaan diri tinggi cenderung mau mencoba tantangan, punya keinginan untuk berkembang, dan tidak mudah menyerah.

[Gambas:Video CNN]

2. Mau mencoba lagi setelah gagal

Anak percaya diri bukan berarti selalu berhasil dalam semua hal. Bedanya, mereka lebih mampu bangkit saat melakukan kesalahan atau ketika hasilnya tidak sesuai harapan.

Dalam keseharian, ciri ini bisa terlihat saat anak mau mencoba lagi setelah kalah lomba, tidak langsung berhenti saat salah mengerjakan tugas, atau tetap berani ikut kegiatan baru meski pernah gagal sebelumnya.


3. Berani menyampaikan pendapat

Anak yang percaya diri biasanya lebih berani menyampaikan apa yang ia pikirkan. Di sekolah, hal ini bisa terlihat dari keberanian bertanya, menjawab pertanyaan, atau berbicara saat diminta.

Anak yang percaya diri juga cenderung lebih aktif dalam kegiatan belajar. Mereka tidak terlalu takut menyampaikan ide, meski pendapatnya belum tentu selalu benar.


4. Punya inisiatif

Kepercayaan diri juga bisa terlihat dari inisiatif anak dalam melakukan sesuatu. Anak mulai berani mengambil langkah sendiri, tentu tetap sesuai usia dan kemampuannya.

Pada anak, ciri ini bisa tampak sederhana. Misalnya berani memilih kegiatan, mencoba menyelesaikan tugas sendiri, atau menawarkan bantuan tanpa selalu menunggu disuruh.


5. Tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan

Untuk anak yang percaya diri, tantangan dilihat sebagai bagian dari proses belajar. Saat menemui kesulitan, mereka lebih mungkin mencoba mencari cara lain daripada langsung berhenti.

Sikap ini berkaitan dengan kegigihan atau persistence. Anak belajar bahwa gagal bukan berarti tidak mampu, melainkan bagian dari proses untuk mencoba lagi.

6. Punya pandangan positif tentang diri sendiri

Anak yang percaya diri biasanya mulai bisa melihat kelebihan dirinya tanpa merasa harus lebih hebat dari orang lain. Ia mengenali hal yang bisa dilakukan dan tidak terus-menerus merasa dirinya kurang.

Melansir penelitian tentang kepercayaan diri dan motif intrinsik, hal ini dikenal sebagai positive self-assessment atau penilaian diri yang positif. Sikap ini membantu anak merasa lebih aman dan nyaman dengan dirinya sendiri.


7. Nyaman berteman dan bekerja sama

Kepercayaan diri juga berkaitan dengan kemampuan sosial anak. Anak yang percaya diri biasanya lebih nyaman bergabung dalam kelompok, memulai percakapan, bekerja sama, dan membangun hubungan dengan teman sebaya.

Namun, ini bukan berarti anak harus selalu ekstrover atau ramai. Anak yang pendiam pun bisa percaya diri, selama ia tetap nyaman menjadi diri sendiri dan mampu berinteraksi saat diperlukan.

Jadi, anak yang percaya diri bukan berarti anak yang tidak pernah takut atau selalu tampil menonjol.

Kepercayaan diri justru terlihat dari keberanian mencoba, kemampuan bangkit setelah gagal, dan keyakinan bahwa dirinya mampu belajar.

Orang tua dapat membantu membangun kepercayaan diri anak dengan memberi ruang untuk mencoba, menghargai usaha, tidak hanya memuji hasil, serta membiarkan anak belajar mengambil keputusan sesuai usianya.

(anm/fef)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK