Concierge Hotel Bintang 5 Bongkar Trik Tamu Bisa Late Checkout

CNN Indonesia
Selasa, 09 Jun 2026 11:15 WIB
Ilustrasi petugas concierge hotel.
Ilustrasi petugas concierge atau pramutamu hotel. (AFP/ALEX HALADA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Layanan concierge atau pramutamu di hotel bintang lima sering kali dianggap hanya bertugas untuk membukakan pintu atau mengangkat koper tamu.

Namun, di balik seragam rapi mereka, para pakar perhotelan ini menyimpan segudang rahasia dan jaringan luas yang bisa mengubah pengalaman menginap biasa menjadi luar biasa.

Seperti dilansir Travel + Leisure, sejumlah staf front office dan concierge berpengalaman membongkar tips rahasia hingga deretan permintaan paling tidak biasa yang pernah mereka eksekusi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan oleh para pelancong adalah sungkan untuk meminta waktu keluar hotel lebih lambat atau late checkout. Banyak tamu mengira batas maksimal toleransi hanya berkisar antara pukul 12.00 atau 13.00 siang.

"Saya rasa banyak orang takut untuk memintanya, padahal biasanya kami bisa memenuhinya. Jika saya tahu tamu tersebut memiliki jadwal penerbangan malam, saya bisa memperpanjang waktu menginap mereka hingga pukul 14.30 atau bahkan 16.00 sore agar mereka punya waktu untuk menyegarkan diri sebelum ke bandara," ujar salah satu staf hotel.

Selain kompensasi waktu, para staf hotel juga sangat terbuka terhadap preferensi spesifik para tamu sebelum mereka tiba di hotel. Hal ini mencakup permintaan kamar di lantai tinggi, alergi terhadap bantal berbahan bulu angsa, hingga perubahan tipe kasur dari King-size menjadi dua ranjang terpisah atau twin-bed.

Memiliki pengalaman kerja hingga puluhan tahun membuat para pramutamu profesional ini kenyang menghadapi karakter para pesohor dunia. Salah satu staf mengenang momen mendebarkan saat musisi legendaris, Prince, memesan kamar di hotel tempatnya bekerja.

Pihak manajemen hotel diminta untuk mencopot seluruh cermin yang ada di dalam kamar, serta menurunkan semua lukisan atau karya seni yang menampilkan objek mata. Alasan di balik permintaan aneh Prince tersebut adalah karena ia memercayai prinsip bahwa mata merupakan jendela bagi jiwa manusia.

Cerita unik lain datang dari staf yang pernah mendampingi seorang anggota keluarga kerajaan. Sang bangsawan kedapatan membutuhkan bantuan teknis yang cukup personal, yakni meminta staf hotel menyambungkan akun platform streaming miliknya ke televisi kamar hanya demi bisa menonton serial populer Game of Thrones.

Pelayanan istimewa ini nyatanya tidak hanya dimonopoli oleh para selebritas. Seorang concierge menceritakan keberhasilannya dalam merancang perayaan ulang tahun pernikahan ke-25 dari sepasang suami istri biasa.

Demi mereka ulang momen pertama kali pasangan tersebut saling jatuh cinta, sang concierge berhasil menyewa seekor kuda poni dan membangun sebuah pagar kandang khusus di area luar hotel.

Sang suami kemudian menaikkan istrinya ke atas kuda poni, menuntunnya berkeliling kandang, dan menutup momen romantis tersebut dengan bersulang sampanye yang disajikan oleh pelayan yang mengenakan setelan jas tuksedo.

Dalam industri perhotelan modern, hampir tidak ada hal yang mustahil untuk diwujudkan. Seorang concierge yang hebat sering kali menjadi penentu utama bagi tamu untuk mendapatkan meja di restoran yang sudah penuh dipesan, tiket konser yang sudah habis terjual, hingga merekomendasikan destinasi wisata tersembunyi yang tidak pernah tertulis di buku panduan wisata mana pun.

(wiw) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]