Ini Jumlah Kadar Gula Darah Diabetes Tipe 1 yang Perlu Diketahui

CNN Indonesia
Senin, 15 Jun 2026 11:30 WIB
Ilustrasi. Wajib tahu ukuran kadar gula darah bagi penderita diabtes tipe 1. (iStockphoto/Maya23K)
Jakarta, CNN Indonesia --

Diabetes tipe 1 merupakan kondisi kronis yang membuat tubuh tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, kadar gula darah atau glukosa dalam tubuh menjadi sulit dikendalikan. Karena itu, pemantauan gula darah secara rutin menjadi bagian penting dalam kehidupan penyandang diabetes tipe 1.

Menjaga kadar gula darah tetap berada dalam rentang yang dianjurkan bukan sekadar angka di alat pengukur. Kadar gula darah yang terkontrol menjadi tanda bahwa pengobatan dan pengelolaan diabetes berjalan dengan baik. Sebaliknya, gula darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi kesehatan.

Meski demikian, target kadar gula darah setiap orang tidak selalu sama. Dokter biasanya akan menentukan target berdasarkan usia, kondisi kesehatan secara keseluruhan, lama menderita diabetes, hingga ada atau tidaknya penyakit penyerta.

Target Kadar Gula Darah pada Diabetes Tipe 1

Melansir Healthline, secara umum, American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan kadar gula darah tertentu bagi orang dewasa dengan diabetes tipe 1.

Sebelum makan atau saat puasa, kadar gula darah yang dianjurkan berada di kisaran 80 hingga 130 mg/dL. Sementara itu, satu hingga dua jam setelah makan, kadar gula darah sebaiknya berada di bawah 180 mg/dL.

Rentang tersebut menjadi acuan umum untuk membantu penyandang diabetes menjaga keseimbangan kadar glukosa dalam tubuh. Namun, dokter dapat menyesuaikannya sesuai kondisi masing-masing pasien.

Berikut penjelasannya:

1. Target gula darah untuk anak dengan diabetes tipe 1

Anak-anak memiliki kebutuhan yang berbeda dibandingkan orang dewasa. Pada anak usia di bawah 18 tahun yang hidup dengan diabetes tipe 1, target gula darah biasanya sedikit lebih tinggi untuk mengurangi risiko hipoglikemia atau gula darah terlalu rendah.

Sebelum makan, kadar gula darah yang direkomendasikan berkisar antara 90 hingga 130 mg/dL. Sementara pada waktu tidur dan sepanjang malam, targetnya berada di rentang 90 hingga 150 mg/dL.

Pemantauan yang konsisten sangat penting karena kadar gula darah anak dapat berubah lebih cepat akibat aktivitas fisik, pola makan, maupun pertumbuhan.

2. Target gula darah bagi ibu hamil dengan diabetes tipe 1

Kehamilan membuat pengelolaan diabetes menjadi lebih menantang. Kadar gula darah yang terkontrol selama masa kehamilan penting untuk menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung tumbuh kembang janin.

Pada ibu hamil dengan diabetes tipe 1, kadar gula darah saat puasa dianjurkan berada di bawah 95 mg/dL. Setelah makan, target gula darah satu jam kemudian adalah 140 mg/dL atau kurang. Sementara dua jam setelah makan, kadar gula darah sebaiknya tidak melebihi 120 mg/dL.

Target yang lebih ketat ini bertujuan mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan, seperti bayi lahir dengan berat badan berlebih, kelahiran prematur, maupun masalah kesehatan lainnya.

Faktor yang memengaruhi target gula darah

Tidak semua penyandang diabetes tipe 1 memiliki target yang sama. Ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi rentang gula darah ideal, antara lain usia, kondisi kesehatan secara umum, keberadaan penyakit penyerta, serta lamanya seseorang hidup dengan diabetes.

Misalnya, orang lanjut usia atau mereka yang memiliki riwayat hipoglikemia berat mungkin mendapatkan target yang berbeda dibandingkan pasien yang lebih muda dan sehat.

Karena itu, penting untuk tidak membandingkan hasil pemeriksaan gula darah dengan orang lain. Konsultasi rutin dengan dokter akan membantu menentukan target yang paling aman dan realistis sesuai kondisi masing-masing.

Kadar gula darah yang terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan saraf. Kondisi ini meningkatkan risiko komplikasi seperti penyakit jantung, gangguan ginjal, kerusakan mata, hingga masalah pada kaki.

Di sisi lain, gula darah yang terlalu rendah juga berbahaya karena dapat menyebabkan pusing, gemetar, kebingungan, bahkan kehilangan kesadaran.

Oleh sebab itu, menjaga kadar gula darah tetap berada dalam target yang dianjurkan menjadi salah satu langkah utama dalam pengelolaan diabetes tipe 1. Pemantauan rutin, penggunaan insulin sesuai anjuran dokter, pola makan seimbang, serta aktivitas fisik yang teratur dapat membantu mencapai tujuan tersebut.

(tis/tis)


Saksikan Video di Bawah Ini:

Vasektomi, Emangnya Gak Akan Apa-apa?

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK