7 Tanda Kamu Sedang Berhadapan dengan Manipulator Ulung, 'Run Bestie'!
Sekilas mereka menunjukkan kepedulian yang tulus. Namun ternyata jika dilihat lebih dalam, itu hanya 'topeng'. Hati-hati, jika menemukan tanda-tanda ini, kemungkinan kamu sedang berhadapan dengan manipulator ulung.
Orang manipulatif ada di mana-mana termasuk orang terdekatmu. Perilaku manipulatif bisa terjadi dalam hubungan personal dan profesional. Jika dibiarkan, lama-kelamaan memicu ketidakseimbangan kekuasaan yang mengarah pada lebih banyak masalah.
Melansir dari Very Well Mind, manipulator punya berbagai alasan atas tindakannya. Ada yang ingin menghindari tanggung jawab, sengaja menciptakan kebingungan, atau dalam kondisi kesehatan mental tertentu yang memengaruhi perilaku mereka.
Tanda berhadapan dengan manipulator ulung
Seringkali orang tidak sadar bahwa dirinya sedang dimanipulasi. Mungkin kamu sedang berhadapan dengan manipulator ulung tapi sulit membedakannya dengan kepedulian atau atensi.
Sebaiknya amati tanda-tanda berikut sebab jika kamu menemukannya dalam suatu relasi, bisa jadi kamu sedang dimanipulasi.
1. Berpusat pada diri sendiri
Saat seseorang berupaya memberikan solusi akan suatu masalah, coba perhatikan lebih dalam. Apa dia fokus pada penyelesaian masalah atau fokus menyelamatkan diri sendiri?
Melansir dari Your Tango, manipulator ulung akan memprioritaskan keinginan mereka di atas segalanya. Mereka akan memastikan kebutuhannya terpenuhi dan mempertahankan diri meski harus mengorbankan orang lain. Apa pun dilakukan agar tujuan tercapai.
2. Menghindari tanggung jawab
Mereka begitu ahli menghindari tanggung jawab. Orang-orang ini bisa saja menyalahkan keadaan atau orang lain sehingga tidak memenuhi tanggung jawab mereka.
Manipulator dengan lihai membebankan tanggung jawab pada orang lain.
3. Melontarkan kritik tiada henti
Kritik diperlukan agar bisa bertindak atau mengambil keputusan lebih baik. Namun kamu perlu bisa membedakan kritik yang sehat dengan kritik dari manipulator.
Seorang manipulator bakal melontarkan kritik dan penilaian sampai-sampai kamu merasa diremehkan atau insecure. Kamu tidak mendapat masukan konstruktif atau alternatif solusi.
4. Merasa bersalah dan malu atas hal yang bukan jadi tanggung jawab
Ketika menjalin hubungan dengan manipulator, kamu mungkin lebih banyak merasa bersalah, merasa bertanggung jawab atas perasaan mereka.
Kamu pun jadi punya kewajiban untuk melakukan atau mengatakan apa yang diinginkan si manipulator.
5. Kamu terlalu hati-hati
Berhati-hati dalam memilih kata atau tindakan memang diperlukan. Namun kamu perlu waspada jika kehati-hatian ini berlebihan sampai-sampai kamu terus memikirkan kata, nada bicara, atau perilaku demi menghindari konflik.
"Kamu takut berbicara dengan orang itu tentang apa yang kamu rasakan. Kamu takut akan terkonfrontasi," kata Sue Varma, asisten profesor psikiatri di New York University Grossman School of Medicine, mengutip dari Huffington Post.
6. Memutarbalikkan fakta
Di tangan manipulator ulung, kebenaran itu fleksibel. Informasi dan fakta bakal dimanipulasi sesuai tujuan mereka.
Sekali dua kali, kamu mungkin mengabaikan apa yang mereka lakukan. Lama-lama tanpa sadar persepsi kamu akan realitas jadi terdistorsi. Kamu sulit menemukan kebenaran dari kebohongan mereka.
7. Mendikte apa yang kamu rasakan
Saat merasakan gejolak emosi atau respons akan suatu hal, kamu tentu ingin mengutarakan pada orang terdekat. Alih-alih mendengarkan apa yang kamu rasakan, manipulator bakal mendikte perasaanmu.
"Kamu cemburu ya?", "Kamu enggak suka ya?", dan reaksi-reaksi serupa seolah memberitahu bahwa itu yang kamu rasakan. Tindakan ini disebut gaslighting. Mereka mengabaikan apa yang sebenarnya kamu rasakan.
(els)