6 Penyebab Sering Sembelit, Ternyata Tidak Hanya Kurang Serat
Sembelit jadi masalah pencernaan yang kerap dikeluhkan sebagian orang. Namun saat terjadi terlalu sering, kamu patut curiga ini mengarah pada masalah yang lebih serius. Penyebab sembelit tidak hanya kurang serat tapi bisa jadi hal-hal berikut.
Sembelit terjadi saat frekuensi buang air besar berkurang dan tinja sulit dikeluarkan. Masalah pencernaan satu ini umumnya karena perubahan pola makan atau rutinitas.
Saat sembelit, mungkin kamu disarankan untuk menambah asupan serat. Kekurangan serat memang kerap jadi penyebab sembelit.
Penyebab sembelit
Akan tetapi, meski pola makan sudah diubah lalu menambah porsi serat, ada beberapa orang yang masih mengeluhkan sembelit. Kenapa bisa demikian?
Bisa jadi penyebab sembelit bukan lagi soal asupan serat tetapi beberapa masalah berikut.
1. Kurang olahraga
Sembelit biasanya dialami orang yang kurang olahraga. Otot dinding perut dan diafragma semua memainkan peranan penting dalam proses buang air besar.
Jika otot-otot ini lemah maka mereka tidak bisa menjalankan tugasnya dengan optimal. Dengan meningkatkan aktivitas fisik atau olahraga, sembelit bisa diatasi terutama pada orang muda.
2. Minum laksatif berlebihan
Laksatif dianggap dapat mengatasi masalah sembelit secara instan. Namun konsumsi laksatif terlalu banyak malah berdampak sebaliknya.
Penggunaan laksatif secara berlebihan dan tidak tepat terutama pada mereka dengan anoreksia nervosa atau bulimia malah membuat sembelit semakin menjadi.
3. Sindrom iritasi usus
Beberapa orang dengan irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus mengalami pergerakan usus yang lambat, mengejan saat buang air besar, dan perut tidak nyaman.
Melansir dari Harvard Health Publishing, sembelit memang bukan gejala utama IBS. IBS kadang bisa berupa diare, kram perut, juga gas berlebihan.
4. Hipotiroidisme
Hipotiroidisme bisa jadi penyebab sembelit. Kondisi ini terjadi ketika kelenjar kecil dekat bagian leher gagal menghasilkan cukup hormon sehingga berdampak pada metabolisme.
Saat metabolisme melambat, seluruh proses pencernaan juga melambat termasuk proses pencernaan sehingga kamu bisa sembelit.
Selain sembelit, hipotiroidisme bisa menunjukkan gejala lain seperti, kelelahan, mudah kedinginan, kulit kering, berat badan naik, siklus menstruasi tidak teratur, rambut menipis, kuku rapuh, gangguan memori, dan wajah bengkak.
5. Diabetes
Diabetes juga masalah hormonal seperti hipotiroidisme. Orang dengan diabetes bisa mengalami sembelit. Kadar gula darah yang meroket memicu kerusakan saraf termasuk saraf pengontrol saluran pencernaan.
Kamu patut curiga sembelit berhubungan dengan kenaikan gula darah saat ada gejala lain seperti, merasa haus sepanjang waktu, sering buang air kecil terutama di malam hari, kelelahan, penurunan berat badan, dan penglihatan kabur.
6. Kecemasan
Sembelit bisa disebabkan cemas atau stres. Melansir dari Healthline, sistem saraf simpatik menjadi aktif sehingga pencernaan terhenti.
Kecemasan sampai mengarah pada gangguan kecemasan umum bisa berdampak buruk pada proses pencernaan. Gejalanya meliputi, kekhawatiran berlebihan, gelisah, susah tidur, gampang tersinggung, dan sulit konsentrasi.
(els)