Mengapa Otak Terus Aktif Berpikir Meski Tubuh Sudah Lelah?

CNN Indonesia
Selasa, 09 Jun 2026 17:00 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa alasan dibalik otak yang terus aktif berpikir meski tubuh sudah lelah. (Istockphoto/demaerre)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pernahkah kamu merasa otak terus aktif meski tubuh lelah? Tenang, kamu bukan satu-satunya orang yang mengalaminya. Hal ini umum dialami oleh banyak orang.

Pertanyaannya kemudian adalah mengapa? Apa yang membuat otak terus aktif padahal tubuh sudah loyo?

Kondisi ini umumnya terjadi sebelum tidur. Bayangkan, tubuh sudah terasa lelah karena beraktivitas seharian penuh. Tapi di saat yang sama, kamu tidak bisa tidur beristirahat lantaran otak yang terus aktif berpikir.

Merasa jengkel? Wajar saja. Lelah sendiri menjadi tanda tubuh membutuhkan istirahat. Namun sayangnya, dalam kondisi tersebut, otak seolah tak bisa diajak berkompromi.

Tubuh yang lelah dan pikiran yang aktif dikendalikan oleh sistem yang tumpang tindih tapi tidak identik. Faktanya, kelelahan fisik memang tidak secara otomatis mematikan aktivitas otak.

Sejumlah ilmuwan telah mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Berikut alasan dibalik otak yang terus berpikir padahal tubuh sudah lelah, merangkum berbagai sumber.

1. Efek Zeigarnik

Salah satu alasan yang paling umum dikemukakan adalah efek Zeigarnik. Ide ini ditemukan oleh psikolog Bluma Zeigarnik pada 1920-an silam.

Pada prinsipnya, efek ini menjelaskan bahwa tugas yang belum selesai cenderung lebih aktif dalam ingatan. Akibatnya, tugas-tugas yang belum selesai itu masuk ke alam pikir manusia, bahkan saat tubuh sedang mencoba beristirahat.

Mengutip sebuah ulasan dalam jurnal Nature, Zeigarnik meneliti pengaruh tugas yang belum selesai terhadap ingatan manusia. Hasilnya, peserta mengingat lebih banyak tugas yang belum selesai, alih-alih tugas yang sudah rampung.

Studi lain yang dipublikasikan dalam jurnal Anxiety, Stress & Coping juga mendukung efek Zeigernik. Studi menemukan, tugas yang selesai dikaitkan dengan peningkatan aktivitas berpikir di luar jam kerja.

2. Cognitive hyperarousal (lelah tapi tegang)

[Gambas:Video CNN]

Peneliti tidur menggunakan istilah ini untuk menggambarkan keadaan di mana otak tetap waspada meski fisik sedang lelah.

Kondisi ini rentan terjadi pada orang yang mengalami stres dan kecemasan. Mereka umumnya akan mengalami tubuh yang merasa lelah tapi tidak bisa berhenti berpikir. Hal ini berujung pada rasa kantuk yang tidak didukung oleh kemudahan untuk tertidur.

"Ini terjadi ketika sistem stres terlalu aktif, bahkan setelah hari berakhir," ujar ahli neurologi Safal S Shetty, mengutip Times of India.

Stres sendiri dapat mengaktifkan 'mode waspada'. Saat berada di bawah tekanan, otak mempertahankan kewaspadaan.

Hormon stres seperti kortisol membantu tubuh tetap waspada secara mental, meski lelah secara fisik. Hal inilah yang menimbulkan rasa 'lelah tapi tegang'. Dalam kondisi ini, otak tak mudah untuk beralih ke mode tidur.

"Sederhananya, otak berperilaku seolah-olah masih berada di siang hari, bahkan ketika lampu dimatikan," tambah Shetty menjelaskan.

Kunci di sini adalah hormon kortisol. Hormon akan biasanya akan menurun di malam hari. Namun pada banyak orang, kadar hormon kortisol tetap tinggi di malam hari lantaran tekanan kerja dan emosional hingga penggunaan layar.

3. Proses masalah yang belum selesai

Ilustrasi. Ada banyak alasan dibalik otak yang tetap aktif berpikir meski tubuh sedang lelah. (Istockphoto/fizkes

Dalam beberapa kasus, pikiran akan tetap aktif saat seseorang sedang mencari kepastian dan kendali. Kelelahan fisik tidak bisa menyelesaikan kebutuhan ini, yang akhir membuat pikiran terus beredar.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Behavioural and Cognitive Psychotherapy menyebut, pikiran yang terganggu menjadi penanda bahwa ada sesuatu yang belum terselesaikan. Hal ini membuat otak terus memprosesnya lantaran belum mencapai penyelesaian.

Akibatnya, argumen terus terulang di kepala dan keputusan sulit kembali muncul.

Apa yang harus dilakukan?

Tidur dan beristirahat menjadi salah satu kunci utama kesehatan. Kebiasaan tubuh yang merasa lelah tapi otak terus berpikir akan mengganggu siklus tidur.

Untuk mengatasinya, kamu bisa melakukan beberapa hal, seperti berikut, menukil laman Calm:

- tetapkan rutinitas malam yang menenangkan seperti membaca buku atau mandi air hangat,
- batasi aktivitas dengan gadget sebelum tidur,
- berlatih teknik relaksasi dan pernapasan dalam,
- pastikan pola makan tepat.

(asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK