Alasan di Balik Rencana Bagasi Kabin Pesawat Dikunci Saat Penerbangan

CNN Indonesia
Kamis, 11 Jun 2026 10:30 WIB
Ilustrasi bagasi kabin pesawat. (iStockphoto/Rrrainbow)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional (IATA) memperingatkan bahwa kompartemen bagasi kabin pesawat di atas kepala penumpang berpotensi akan dikunci secara otomatis selama penerbangan.

Langkah ekstrem ini dipertimbangkan menyusul maraknya perilaku fatal penumpang yang nekat menyelamatkan barang bawaan saat evakuasi darurat.

Melansir laporan The Guardian, ancaman penguncian loker kabin pesawat ini mencuat dalam peluncuran kampanye keselamatan penumpang bertajuk "Save a Life, Not a Bag" (Selamatkan Nyawa, Bukan Tas) pada pertemuan tahunan IATA di Rio de Janeiro, Brasil.

Senior Vice President Bidang Operasional dan Keamanan IATA, Nick Careen, menegaskan bahwa jika kampanye edukasi ini tidak membuahkan hasil, sanksi denda yang berat atau sistem penguncian otomatis pada kompartemen bagasi akan benar-benar diimplementasikan demi hukum.

IATA menyoroti maraknya video di media sosial yang memperlihatkan para penumpang justru sibuk merekam video, memotret, hingga menyeret koper mereka di tengah situasi darurat penerbangan.

"Mengambil bagasi saat evakuasi dapat memperlambat pergerakan di dalam kabin, menyumbat lorong serta pintu keluar, membuat tangan penumpang tidak bebas bergerak, dan mencederai orang lain," tulis pernyataan resmi IATA, seperti dilansir Independent.

Lebih dari itu, tas atau koper yang dibawa keluar berisiko tinggi menusuk dan merobek perosotan evakuasi, menutupi lampu penunjuk jalan darurat, tersangkut di kursi, serta menciptakan hambatan besar bagi kru kabin dan tim penyelamat di luar pesawat.

Secara regulasi penerbangan internasional, sebuah pesawat wajib dikosongkan sepenuhnya dalam waktu 90 detik atau kurang, dengan asumsi hanya setengah dari total pintu darurat yang bisa digunakan.

Membuka kompartemen atas untuk mengambil tas dinilai dapat membuang "detik-detik berharga" yang bisa membedakan antara hidup dan mati.

"Mayoritas penumpang sebenarnya tahu apa yang harus dilakukan saat kecelakaan. Namun, ada celah pengetahuan yang signifikan pada sebagian pelancong yang bisa memicu bencana besar. Satu atau dua penumpang saja yang membuang waktu beberapa detik untuk mengumpulkan barang pribadi, sudah cukup untuk membahayakan nyawa seluruh isi pesawat," jelas Nick Careen.

Kampanye ketat ini mendapat dukungan penuh dari dua otoritas penerbangan terbesar di dunia, yaitu Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) dan Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA).

Direktur Eksekutif EASA, Florian Guillermet, menegaskan kembali pentingnya kepatuhan mutlak di dalam pesawat.

"Aturannya sangat sederhana: ikuti instruksi kru, tinggalkan semua bagasi, dan bergerak cepat ke pintu keluar terdekat yang bisa digunakan. Tindakan ini tidak hanya menyelamatkan nyawa Anda, tetapi Anda juga telah melakukan hal terbaik demi membantu orang lain keluar dari bahaya," tegas Guillermet.

Melalui kampanye ini, IATA mengimbau para pelancong untuk selalu bersiap sebelum pesawat lepas landas maupun mendarat, dengan cara mengantongi barang-barang super penting seperti paspor, uang, dan obat-obatan darurat di dalam pakaian mereka.

Ketika alarm darurat berbunyi, penumpang diminta fokus mendengarkan kru, segera bergerak cepat, dan jangan pernah sekalipun terpikir untuk mendokumentasikan keadaan.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK