Tak Cuma Seru, Ini 7 Manfaat Badminton buat Kesehatan Fisik dan Mental
Turnamen Indonesia Open yang telah selesai diselenggarakan beberapa waktu lalu tak sekadar jadi panggung bagi atlet kelas dunia. Pertandingan ini juga kerap memicu antusiasme masyarakat untuk bermain badminton.
Di Indonesia sendiri, badminton atau bulu tangkis termasuk olahraga yang paling populer. Tak seperti olahraga lain yang naik-turun mengikuti tren, badminton rutin dimainkan masyarakat Indonesia.
Bahkan tak sedikit orang yang menekuninya secara serius lewat komunitas hingga bergabung dengan klub sejak usia dini.
Popularitas badminton tentu tak sekadar karena keseruannya. Ada banyak manfaat kesehatan ketika bermain badminton, mulai itu untuk fisik maupun mental.
Lantas, apa saja manfaat main badminton untuk kesehatan tubuh dan pikiran?
1. Membakar kalori
Dikutip dari laman Development BWF Badminton, seseorang yang bermain badminton dapat membakar sekitar 450 kalori.
Pergerakan aktif dan intens dapat memicu metabolisme tubuh. Apabila diimbangi dengan pola makan seimbang, badminton dapat membantu menurunkan berat badan.
2. Menyehatkan jantung dan paru-paru
Badminton termasuk olahraga kardio yang membuat jantung bekerja lebih aktif. Saat bermain, denyut jantung akan naik sehingga meningkatkan kemampuan jantung memompa darah dan oksigen ke seluruh tubuh.
Kalau aktivitas ini dilakukan rutin, tentu dapat membantu meningkatkan kebugaran kardiovaskular dan menurunkan risiko penyakit jantung.
Penelitian dalam laman NCBI berjudul Play Badminton Forever: A Systematic Review of Health Benefits, menunjukkan bahwa badminton dapat meningkatkan fungsi jantung dan kapasitas paru-paru, menurunkan denyut jantung istirahat serta tekanan darah.
3. Meningkatkan stamina
Badminton sangat efektif dalam meningkatkan stamina tubuh. Olahraga ini mengharuskan pemain gesit dalam bergerak, melangkah, melompat, serta berpindah arah secara cepat dalam waktu singkat.
Aktivitas ini membuat tubuh dan organ yang terlibat untuk beradaptasi serta menghasilkan energi. Pada akhirnya stamina akan lebih baik dan tidak cepat kelelahan ketimbang mereka yang tidak melakukan olahraga.
4. Melatih refleks dan koordinasi
Badminton menuntut pemain waspada, mampu 'membaca lawan', serta bergerak cepat ke berbagai arah untuk mengejar kok yang datang.
Untuk dapat mengembalikan kok, diperlukan koordinasi antara mata, tangan, kaki, dan otak, sehingga refleks atau reaksi otak serta tubuh terhadap rangsangan menjadi lebih baik.
Selain itu, berbagai gerakan menjangkau kok yang melibatkan kaki, tangan, pinggul, dan batang tubuh turut membantu meningkatkan fleksibilitas atau kelenturan tubuh.
5. Mengurangi stres
Dalam penelitian kesehatan berjudul Effects of different types of badminton training dalam NCBI, bulutangkis termasuk latihan aerobik yang merangsang pelepasan endorfin.
Endorfin adalah hormon yang berperan dalam menciptakan perasaan senang dan nyaman. Tak heran, banyak orang setelah bermain badminton memiliki mood yang lebih baik, berkurang stresnya, bahkan tidur jadi lebih nyenyak.
6. Mengasah mental tangguh
Badminton termasuk olahraga kompetitif yang tak cuma menguji kemampuan fisik, tapi juga mental. Ketika bertanding atau menghadapi lawan, pemain harus fokus serta mampu menghadapi tekanan.
Dalam permainan ini, wajar ada meraih kemenangan, tapi juga harus legawa menerima kekalahan. Dari situ, pemain belajar meregulasi emosi sekaligus melatih ketangguhan mental dan sikap sportifnya.
7. Memperluas pergaulan
Badminton identik dengan kebersamaan karena pasti dimainkan bersama teman, keluarga, atau anggota komunitas. Tak sedikit orang yang bergabung dengan klub atau kelompok bermain.
Interaksi yang terjalin di dalam maupun luar lapangan membantu pemain memperluas pergaulan, membangun hubungan sosial yang positif, dan mengurangi rasa kesepian, yang tentunya bermanfaat untuk menjaga kesehatan mental.
(fef)